Header Ads


Jumsadi: Media Itu Sila Keempat Dari Trias Politika

LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Penjabat Walikota Pematangsiantar Jumsadi Damanik, SH,M.Hum mengingatkan seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk segera menyelesaikan seluruh program kerja, capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk kelengkapan administrasi pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2015. Apalagi dalam waktu dekat, pembahasan Rencana APBD 2016 segera akan dibahas bersama DPRD.
Penegasan ini dikatakan saat memberi sambutan pada acara Evaluasi Rencana Program Jangka Menegah Daerah (RPJMD) Tahun 2010-2015, Jumat sore (11/12/2015) di Balai Data Pemko, Jalan Merdeka.
“Bagi SKPD yang capaian PAD nya meningkat saya berikan apresiasi, tetapi bagi yang fluktuasinya berkurang, saya tegaskan untuk mencari penyebab mengapa bisa berkurang atau belum tercapai,”ujarnya.
Untuk kedepan, lanjutnya, semua pemangku kepentingan harus melihat peluang usaha dalam rangka mendukung Kota Pematangsiantar sebagai kota perdagangan dan jasa sekaligus pariwisata. Pembukaan akses jalan sepanjang 89 Km dari Sarang Padang (Simalungun) ke Medan/Bandara Kuala Namu harus menjadi perhatian kita semua. Sebab bisa menjadi peluang sekaligus tantangan.
“Warga Pematang Raya sekitarnya akan memilih lewat jalan tersebut ketimbang melintasi kota Pematangsiantar. Jika potensi ini tak diperhatikan kita malah bisa tertinggal,”bebernya.
Mengingat Pematangsiantar cukup potensial pengembangannya untuk pariwisata, harus dipikirkan bagaimana agar pengunjung ke Parapat/Danau Toba, memberi nilai tambah terhadap kota Pematangsiantar. Apalagi, jarak Pematangsiantar Parapat hanya 40 Km, orang bisa saja menginap di Pematangsiantar meski harus berwisata ke Danau Toba dan Parapat. Hal ini bisa terjadi, jika kota ini ditata secara serius, termasuk tersedianya fasilitas hotel, travel, kuliner, souvenir dan lain-lain serta memiliki daya tarik tersendiri.
“Sebenarnya masih banyak potensi wisata yang bisa dijual ke publik selain Kebun Binatang. Ada Taman Bunga, Taman Wisata Rindam, Wisata Rohani (Patung Dewi Kwan Im), gedung-gedung peninggalan kolonial,Water Park dan lain-lain,”ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Ir. Reinward Simanjuntak saat memberi laporan kegiatan.
Justru untuk itulah, imbuh Pj Walikota, dibutuhkan media sebagai penyambung informasi kepada publik untuk mensosialisasikan seluruh program pemerintah tersebut. Selain itu, dengan publikasi media, masyarakat akan mengetahui apa yang sudah dikerjakan dan capaian-capaian kinerja seluruh instansi Pemko Pematangsiantar. Media tak perlu dihindari apalagi ditakuti. Justru media harus diberikan informasi yang benar agar mereka tidak salah atau keliru memberitakan aktivitas kita. Karena tugas mereka memang meminta informasi yang penting untuk diketahui publik. Soal ada kritik media itu merupakan fungsi kontrol sosial yang menjadi bahan masukan bagi kita untuk mengevaluasi kinerja kita.
“Media itu istilahnya, sila keempat dari Trias Politika,”ujar Pj Walikota di hadapan segenap pejabat Pemko Pematangsiantar sebelum menutup kegiatan tersebut.


Penulis : franki Editor : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.