TRS-Zainal Akan Bangun Universitas Negeri dan Ribuan Lapangan Kerja di Siantar
Pj Walikota : 300 Penduduk Siantar Keluar Daerah,Ini Jangan Dibiarkan
LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Pematangsiantar 2015-2020, Teddy Robinson Siahaan (TRS) dan Zainal Purba, Senin (2/11/2015) melakukan kunjungan ke Balai Kota dan bertemu dengan Penjabat Walikota Siantar Drs Eddy Syofian MAP. Dalam pertemuan yang diadakan di ruang kerja Walikota tersebut, Pj Eddy Syofian menyambut hangat TRS-Zainal beserta tim. Eddy Syofian juga meminta Paslon untuk memberikan pendidikan politik yang sehat kepada masyarakat.
Eddy Syofian mengatakan bahwa silahturahmi dilakukan untuk mengenal lebih jauh visi-misi atau tujuan paslon TRS-Zainal mencalonkan diri. BACA JUGA Pengurus Advent : TRS Berani Tanggalkan Jabatan, Demi Kemajuan Kota Siantar
“Paslon lain juga sudah bertemu disini (ruang kerja Walikota) tetapi yang saya lihat pasangan yang lengkap sebagai gambaran kekompakan itu ada pada paslon TRS-Zainal”terangnya menyambut kedatangan TRS-Zainal dan tim sembari meminta gambaran visi-misi paslon yang maju sebagai calon Kepala Daerah (Kada).
![]() |
| TRS - Zainal bersama Pj. Walikota Siantar Eddy Sofian Purba, didampingi Denny Th. Siahaan, SH, dan tim pemenagan TRS. |
Dalam pertemuan ini TRS meminta serta memberi saran kepada Pj Wali Kota, agar Pilkada bisa berjalan dengan baik serta netralitas PNS. Sesuai dengan permintaan Pj Walikota, TRS menjelaskan vis-misi atau (Pancakarsa TRS,red)sebagai program unggulan yang akan dilakukan jika kelak terpilih sebagai Walikota dan Wakil Wali Kota Siantar.
“Jika pak Presiden mengatakan dimasa lalu program 100 hari, kalau kami menyebutnya program tiga bulan, enam bulan dan program sembilan bulan. Program ini berdasarkan dari keluhan yang kita dengar dari masyarakat dengan mengadakan Fokus Group Diskusi (FGD) terhadap kelompok masyarakat seperti kelompok guru, petani dan lainnya ”jelasnya.
Sesuai dengan yang mereka temukan di lapangan, TRS-Zainal memberitahukan kepada Pj Wali Kota, bahwa hampir seluruh masyarakat Kota Siantar mengeluh terkait dengan tingginya kenaikan tarif air minum PDAM.
“Saya berpikir, jika sampai 300 persen kenaikan tarif air minum, ini sangat tidak wajar. Kami melihat ada yang perluh diperbaiki. Menurut data kami, terjadinya loncatan tarif karena adanya biaya penggantian pipa yang sudah bocor dan pipa yang sudah tua. Menurut pemahaman kami, sesungguhnya untuk mengganti pipanisasi kita bisa menggunakan dana alokasi lain dari pemerintah. Sebenarnya pipanisasi itu bisa dicover oleh kementerian PU karena prinsipnya hal itu tidak masalah selama itu untuk kepentingan masyarakat tetapi tentu diajukan. Ada proses , dengan hal itu kami berkeyakinan tarif air bisa diturunkan,”ungkap TRS
Hal lain yang dianggap sangat penting untuk dilakukan sebagai program pro rakyat adalah menaikkan gaji honorer. Dijelaskan, besaran upah honor di Kota Siantar yang hanya mencapai Rp 550 ribu per bulan tidak layak untuk menutupi kebutuhan dan tidak sebanding jika dibandingkan dengan Kota lain seperti Kota Binjai dan Tebing Tinggi diatas Rp 1 juta.
“Ini harus disesuaikan. Makanya dalam program enam bulan, kami akan menaikkan gaji honor sebesar 100 persen”ungkapnya.
Pentingnya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan maka TRS berjanji akan membuka pelayanan Puskesmas 24 jam kerja tanpa membebani biaya APBD tambahan. “Karena sesaui dengan diskusi kami dengan salah satu kepala puskesmas Dahlia dan para dokter alat kesehatan yang dimiliki cukup baik, obat-obatan juga cukup baik. Pasien yang kami tanya juga mengaku kalau pelayanan disana cukup puas. Tetapi dari jumlah pegawai yaitu 33 orang dibandingkan dengan rata-rata jumlah pasien yang dilayani sebanyak 35 orang. Artinya, satu orang melayani satu pasien. Ini kurang produktif. Ada beberapa pegawai yang menganggur. Saya berpikir bagaimana kalau pegawai itu dibagi jam kerjanya sehingga bisa hingga 24 jam. Ini masih gambaran dan tidak segampang itu untuk menjalankannya, tetapi menurut hemat kita itu bisa dilakukan,”jelasnya.
Hal penting untuk dilakukan dalam kemajuan Kota Siantar adalah pembangunan Universitas Negeri. Sebab tidak sedikit masyarakat yang gagal melanjutkan pendidikan akibat faktor ekonomi.
“Kami melihat banyak orang pintar dan cerdas secara akademis, tetapi secara finansial orangtuanya tidak mampu sehingga tidak dapat melanjut ke tingkat yang lebih tinggi.Kedua, uang dari Siantar keluar ke Kota lain (jika menimba ilmu di kota lain). Jika ini ada di Siantar tidak terjadi kapital in flow dan jika dilihat dari rasio jumlah 300 ribu penduduk, ini cukup baik untuk membuat universitas negeri”terangnya sembari mengatakan akan membangun pemakaman umum, dan memperkecil jumlah pengangguran.
Hal senada juga disampaikan Zainal Purba, untuk melakukan perbaikan terhadap pembangunan Kota Siantar lebih baik. Namun Zainal berharap kepada masyarakat untuk melakukan hak pilihnya dengan benar sehingga melahirkan pemimpin yang tepat untuk Kota Siantar. Pada kesempatan itu, Zainal juga memberikan aspresiasi kepada Pj Wali Kota yang memberikan perhatian terhadap pembangunan Kota Siantar seperti kebersihan Taman Bunga dan juga penggunaan Lapangan Adam Malik serta program kerja lainnya.
Mendengarkan pemaparan TRS-Zainal, Pj Wali Kota Siantar Drs Eddy Syofian MAP menyambut baik visi-misi yang disampaikan TRS khususnya mengenai pendidikan. “Siantar ini harus dikembalikan menjadi Kota pendidikan. Saya tadi mengadak sidak ke Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil, (Disdukcapil), ternyata sekitar 300 orang setiap bulan warga Siantar berangkat ke daerah lain. Kalau ini tidak kita atasi, nanti akan habis. Tapi, jika misalnya disini diciptakan pusat pendidikan, pusat perdagangan, menjadi Kota nyaman, teratur rapi orangpun betah disini”jelasnya.
Saat melakukan kunjungan ke Balai kota, Teddy Robinson Siahaan dan Zainal Purba didampingi oleh Dewi Matondang, Ramsah Said, Denny Siahaan serta sejumlah wartawan .
Kepada TRS-Zainal, Pj Wali Kota berjanji akan menjaga netralitas PNS. Langkah ini akan ditindaklanjuti dengan pembentukan posko netranitas yang diketuai inpesktur Kota Siantar dan hal ini sudah ditandatangani Pj Wali Kota.
“Tugasnya mengawasi dan memantau aparatur PNS yang secara nyata menjadi tim sukses salah satu paslon. Kedua, menggunakan asset-asset pemerintah. Ini akan kita lakukan dengan mengadakan deklarasi rakyat Kota Siantar menuju Pilkada yang damai, berintgritas, yang disaksikan seluruh paslon dan SKPD. Itu juga akan disaksikan toko-toko masyarakat serta penandatanganan fakta integritas oleh lurah, Camat pimpinan SKPD yang diawali dari Sekda,”jelasnya.





Tidak ada komentar