Tak Diundang,Buruh Duduki Komisi I DPRD Siantar
LINTAS PUBLIK, Puluhan karyawan PT Medan Distribusindo Raya (PT.MDR ) yang terletak di Jalan Medan Km 7 mendatangi Komisi I DPRD Siantar.
Uniknya,kedatangan para buruh ini tidak diundang,melainkan murni mempertanyakan sikap DPRD Siantar yang belum menunjukkan sikapnya dalam memperjuangkan tuntutan para buruh PT.MDR.
"Meski tidak diundang, pihaknya mendatangi Komisi I DPRD Siantar. Karena, sejak berunjuk rasa beberapa pekan lalu,belum ada tindak lanjut yang dilakukan DPRD Siantar.Ini ada apa?,"ucap Ketua SBSI Siantar-Simalungun, Ramlan Sinaga,Selasa (3/11/2015) seraya pihaknya telah menunggu DPRD Siantar selama sejam lebih.
Dikatakan Ramlan, persoalan PT MDR adalah pemecatan yang dilakukan perusahaan terhadap 12 orang,ditambah akan adanya pemecatan 12 orang lagi. Dimana, perusahaan telah melakukan penarikan mobil yang biasanya mereka pakai.
"Untuk yang 12 orang itu, sudah ada tanda-tanda mau dipecat.Karena sarana prasarana tersebut,telah ditarik oleh Perusahaan,"jelasnya seraya mengatakan sebanyak 35 buruh menduduki Komisi I DPRD Siantar
Sementara Willy Amar Sinaga,karyawan yang dipecat mengaku bahwa perusahaan PT MDR tidak menyertai alasan-alasan yang jelas dalam melakukan pemecatan.
"Pemecatannya tidak jelas,"ucapnya.
Akibat pemecatan itu, untuk membiayai kehidupan keluarganya,dirinya terpaksa gali lubang tutup lubang. "Kita terpaksa utang sana-sini untuk membiayai keluarganya dan anaknya yang berjumlah dua orang,"ucapnya
Amatan www.lintaspublik.com, anggota Komisi I DPRD Siantar baru datang sekitar 09.20 WIB. Hanya ada Marulitua Hutapea,Nurlela Sikumbang dan Umar Silalahi yang menerima para buruh.
Penulis : franki Editor : tagor
Penulis : franki Editor : tagor





Tidak ada komentar