Header Ads


Pasien HIV/AIDS Meningkat Setiap Tahun di Pematangsiantar

LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Tingginya perlakuan diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS di tengah masyarakat, kerap membuat para ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) makin berjarak jauh dengan lingkungan sekitarnya. Padahal berbagai upaya telah banyak dilakukan agar masyarakat bisa menerima kaum ODHA sebagaimana warga biasa.
Hal ini membuktikan bahwa sosialisasi tentang HIV/AIDS masih harus terus-menerus gencar dilakukan. Sementara penderita HIV/AIDS setiap tahun terus meningkat. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Pematangsiantar, Kamis (5/11/2015) di Gedung Bakordik RSUD Djasamen Saragih.
Pj Walikota Drs.H.Eddy Syofian, MAP yang diwakili Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Leonardo Simanjuntak, M.Hum yang membuka pertemuan tersebut mengharapkan, agar jajaran KPAD bersama instansi terkait semakin menunjukkan komitmennya dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan HIV/AIDS.
“Upaya pencegahan dan pengobatan agar terus ditingkatkan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, karena penyebaran virus HIV/AIDS terus meningkat di berbagai wilayah di Indonesia termasuk Pematangsiantar. Padahal, program penanggulangan HIV/AIDS Millenium Development Goals (MDGS) akan berakhir tahun ini. Sementara, program MDGS belum mencapai target,”katanya.
Sekretaris KPAD Pematangsiantar Iswan Lubis SH, meminta para peserta pertemuan untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk senantiasa melakukan pencegahan dini penyebaran virus HIV/AIDS yang penderitanya cenderung meningkat. “Untuk kota Pematangsiantar, pada awal Januari 2015 tercacat sebanyak 181 pasien dan sampai bulan Juli 2015 sudah bertambah menjadi 206 pasien dan 34 orang diantaranya telah dirujuk ke Medan,”katayanya.
Wakil Direktur RSUD Djasamen Saragih, dr Maya Damanik mengakui, selama ini pihaknya memang belum bisa mensupport pendanaan khusus terhadap upaya penanggulangan HIV/AIDS, karena terbatasnya anggaran. Namun untuk tahun depan, pihaknya akan mengupayakannya.
Selama ini, imbuh dr. Saidin Saragih selaku dokter yang menangani pasien HIV/AIDS di RSUD Djasamen, pihaknya sangat kesulitan untuk membiayai pengobatan pasien maupun tenaga medis yang membantunya. Apalagi, selama ini alur bantuan obat-obatan khusus pasien HIV/AIDS dari Provinsi Sumatera Utara kerap pula bermasalah.
“Sering yang kita minta jenis obat A, yang datang malah jenis B, sehingga kami sering dimarah-marahi pasien. Karena itu saya mengharapkan semua instansi terkait bisa lebih bersinergi dalam melakukan penanganan HIV/AIDS ini,”katanya.
Dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan sejumlah instansi Pemko Pematangsiantar, Kepolisian, Badan Narkotika, Lembaga Swadaya Masyarakat ini, pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Pematangsiantar menegaskan bahwa pasien HIV/AIDS juga bisa dijamin biaya perobatannya, namun tetap harus mengurus kepesertaan BPJS.


Penulis : franki Editor : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.