Header Ads


Pasien Balita Meninggal, Dr Susanti : Tidak Benar Saya Terlambat Menanganinya

LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Dr. Susanti membantah bahwa dirinya terlambat menangani Maria,balita berusia 3 tahun yang tewas di RSVI.Saat korban dalam kondisi kritis,ia sedang mengobati pasien lainnya.
Pernyataan itu, ia sampaikan menepis tudingan dari keluarga korban,bahwa dirinya disebut dalang kematian balita tersebut,Kamis (5/11/2015).
Dihubungi melalui sambungan telepon pribadinya,dr Susanti mengatakan sejak awal pasien tersebut masuk di RSVI,dia langsung memerintahkam perawat untuk memberikan obat-obatan. BACA JUGA  Kejang-Kejang, Dokter Cuek, Balita 3 Tahun Tewas di RSVI
Dan setiap harinya, dia mendatangi  dan memeriksa keadaan gadis cilik  yang sedang mengalami demam tinggi itu. Saat  Maria sekarat, dr Susanti mengaku ada ditelepon perawatnya. Hanya saja, saat itu dia sedang menangani pasien lain di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djasamen Saragih , sehingga dia tak sempat mengangkat telepon itu.
"Jadi tak benar saya mereject telepon, saya tidak angkat, karena waktu itu jam 11.00 WIB,  saya sedang menangani pasien di rumah sakit umum. Saat menangani pasien, saya tidak terbiasa mengangkat telpon, karena yang saya tangani anak kecil," ujarnya.
Dikatakannya, setelah selesai menangani pasien di RSUD Djasamen Saragih, dia kemudian bergegas menuju RSVI. Setiba di rumah sakit itu sekira pukul 14.00 WIB, dia langsung menangani pasien lainnya, termasuk Maria. Setelah memberikan penanganan, dia mendapat kabar kalau pasien itu sudah meninggal.
Ditambahkan dr Susanti, balita tersebut mengidap penyakit Demam Berdarah (DBD) serta penyakit TBC.Dan,jauh sebelumnya berkisar 6 bulan lalu,ia pernah menangani korban Maria yang mengidap penyakit paru-paru.



Penulis : franki Editor : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.