Wanita Tua Dibunuh di Tengah Keramaian Pernikahan
LINTAS PUBLIK - SEMARANG , Pembunuhan menggemparkan warga jalan Polaman ,
Kecamatan Mijen , Semarang , Sabtu pagi (3/10/2015) . Ny Rokhimah ,55, warga
setempat ditemukan tewas bersimbah darah di rumah Hermanto,35, keponakannya .
Hingga berita ini diturunkan , polisi masih melakukan penyelidikan siapa pelaku
pembunuhan keji tersebut , sekaligus mengungkap motifnya.
Menurut keterangan , selama ini korban tinggal bersebelahan dengan rumah
Hermanto , keponakannya . Pada Sabtu pagi itu mestinya korban beserta seluruh
kerabat keluarga sedang berbahagia menyambut hari pernikahan seorang keponakan
.
![]() |
| ilustrasi |
Pagi itu keluarga Hermanto menghadiri acara ijab kabul pernikahan kakak
lelakinya . Seluruh keluarga pagi-pagi sudah berangkat ke rumah mempelai wanita
yang rumahnya hanya berjarak sekitar 100 meter dari rumah keluarga Hermanto .
Saat akan menghadiri acara ijab kabul , sebenarnya Ny Rokhimah juga ikut
diajak .Tetapi wanita setengah abad itu menolak dengan alasan ingin memasak di
rumah sebagai persiapan makan keluarga usai acara ijab kabul selesai .
Sekitar pukul 09.00 WIB acara ijab kabul di rumah pengantin wanita selesai
. Hermanto bersama keluarganyapun bergegas pulang ke rumahnya . Tetapi apa yang
terjadi , perasaan bahagia keluarga Hermanto melihat kakaknya selesai
melangsungkan ijab qabul pernikahan langsung berubah jadi kesedihan.
Raut wajah yang tadinya sumringah bahagia mendadak berubah menjadi
kesedihan . Saat pulang ke rumahnya , Hermanto mendapati Ny Rokhimah , tantenya
itu terkapar di lantai dapur rumahnya bersimbah darah tak bernyawa . Dalam
sekejab kejadian itu membuat gempar seluruh warga setempat .
Suasana bahagia sontak berubah menjadi suasana duka , para tetangga
berdatangan ke lokasi kejadian ingin melihat peristiwa pembunuhan keji tersebut
dari dekat . Sejumlah petugas Polsek Mijen yang mendapat laporan segera mendatangi
lokasi kejadian melakukan pengusutan . “Saya yang menemukan pertama kali, tante
saya sudah terlentang di dapur bersimbah darah. Lantai ubin warna putih penuh
darah,” kata Hermanto kepada petugas .
Polisi yang datang ke lokasi kejadian meminta keterangan sejumlah saksi ,
termasuk para tetangga dekat . Sejumlah tetangga mengaku sempat mendengar suara
teriakan korban dari arah dapur . Dari pengusutan polisi juga tidak ditemukan
barang-barang berharga yang hilang .
Dari hasil pemeriksaan, korban menderiita luka di kepala bagian belakang.
Di beberapa bagian dinding rumah juga ditemukan bercak darah bekas
tangan.Polisi mengamankan barang bukti berupa tempat tumbukan sambel, ulekan,
serta beberapa benda di dapur yang ditemukan bercak darah seperti piring dan
tutup panci. Mayat korban selanjutnya dibawa ke RSUP dr Kariadi untuk divisum.
Polisi mengerahkan anjing pelacak untuk membantu penyelidikan .
Editor : tagor
Sumber : poskota





Tidak ada komentar