Header Ads


TRS: Kepentingan Publik itu Prioritas, Pemimpin Harus Cerdas Mengakomodirnya

LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Bagi Teddy Robinson Siahaan (TRS) calon walikota Pematangsiantar 2015-2020, pemimpin haruslah memiliki kemauan , kemampuan dan ketulusan dalam mengayomi rakyatnya. Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan dan tatap muka dengan warga.
Dalam program kerja yang sudah disiapkannya TRS-Zainal menyebutnya dengan “Panca Karsa Utama” yakni melayani, mengabdi, mandiri, makmur dan mendunia. Hal inilah yang akan menjawab segala keluhan dan keresahan warga yang telah dikumpulannya selama beberapa tahun terakhir.
Focuc Group Discusion, yang dibentuknya pun melahirkan rumusan daformula untuk mengatasi permasalahan di kota Pematangsiantar. Mulai dari minimnya pelayanan puiblik hingga buruknya tata kelola kota di Siantar.
TRS saat menyampaikan visi dan misinya di hadapan ratusan warga di jalan Garuda, Kelurahan Sipinggol-pinggol, Kecamatan Siantar Barat
Kenaikan tarif dasar air minum PDAM yang telah membebani warga , menjadi salah satu hal yang menjadi prioritas bagi trs untuk dibenahi. Kenaikan tarif air minum yang mencapai hingga 300 persen sangat memberatkan .Ia pun berjanji, bahwa tak lebih dari tiga bulan ia menjabat Walikota nantinya, tarif air harus turun. Tanpa mengesampingkan ketersediaan lapangan pekerjaan yang juga sangat urgen.
“Silahkan dicatat dan direkam, selambat-lambatnya tiga bulan setelah TRS- Zainal menjabat, tarif air minum akan kami turunkan,” ujarnya.
Data yang dimiliki TRS saat ini di Pematangsiantar terdapat 9.300 orang tenaga produktif yang menganggur akibat tidak tersedianya lapangan pekerjaan. TRS pun menilai hal ini tak boleh diabaikan. Sembilan investor yang bergerak di industri garmen asal Korea pun akan dihadirkannya di pematang siantar untuk berinvestasi.
“Alangkah menyedihkannya kisah warga warga Siantar yang baru-baru ini meninggal di Malaysia, merantau ke negeri orang hanya karena di sini tidak tersedia lapangan kerja untuknya mencari nafkah. Hal itu tidak akan terjadi manakala Pemerintah memperhatikan ketersediaan di Kota ini,” jelas TRS.
Dengan hitungan sederhana TRS menjelaskan bahwa satu perusahaan membutuhkan sedikitnya dua ribu tenaga kerja. Maka jika sebilan perusahaan tersebut berdiri maka tak hanya 9.300 orang pengangguran di Siantar yng dapat ditampung. Namun akan menjadi berkat bagi kota-kota lain disekitar Pematangsiantar.
Berbagai sentra yang lain pun tak luput dari perhatiannya, layanan kesehatan yang berkualitas serta pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas ) yang melayani 24 jam telah masuk dalam agenda kerjanya. Sebelumnya TRS telah mengunjungi sejumlah puskesmas di Pematangsiantar.
Siantar juga menurutnya harus banyak berbenah dalam hal penataan dan peningkatan keindahan kota. Fungsi taman bunga sebagai paru-paru kota harus dikembalikan ke fungsi aslinya dengan berbagai pembenahan dan penataan.
Tak hanya kepentingan orang yang masih hidup, TRS pun telah memikirkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang tak lagi mencukupi di lahan yang ada.


Penulis : franki/rel Editor : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.