Header Ads


Ini Sosok Suami yang Tega Tinggalkan Istrinya Sakit Kanker Stadium Empat

LINTAS PUBLIK - MEDAN,  Inilah sosok Iskak Simanjuntak, seorang PNS asal Pemkab Simalungun yang tega menelantarkan istrinya yang tengah terbaring di rumah sakit menderita penyakit kanker payudara stadium empat.
Saat ini Iskak menghilang bak ditelan bumi, meninggalkan istri dan tiga anaknya yang masih kecil. Dia belum pernah kembali ke rumahnya sejak dua bulan terakhir.
Menghadapi situasi yang serba terjepit itulah membuat sang istri Elly Damanik berinisiatif membuat iklan di Harian Tribun Medan. Begini isinya:
Iskak Simanjuntak, hingga kini belum pulang menemui anak dan istrinya yang saat ini terbaring sakit kanker stadium empat di rumah sakit 
"Berita panggilan Kepada Bapak Iskak Simanjuntak, Alamat Jalan Pendeta Wismar Saragih, Gg Karsim Pematang Siantar, Pekerjaan PNS Pemda Simalungun, telah meninggalkan rumah 2 bulan. Istri sedang sakit keras. Kembalilah. Dari Istri, Elly Damanik 085370785372."
Hingga sekarang baik keluarga atau kerabat tidak tahu keberadaan Iskak Simanjuntak.
Sementara itu Elly Damanik yang dijumpai tengah terbaring di RSUP Adam Malik, Kamis (1/10/2015) wajahnya terlihat pucat. Ia berharap suaminya itu kembali dalam keadaan sehat dan bisa bertemu kembali dengan dirinya dan anak-anaknya.
Tercatat sudah empat bulan belakangan kondisi fisik Elly merosot drastis. Kanker yang menggerogoti payudaranya sudah mencapai stadium empat.

"Saya tidak tahu ke mana dia. Sejak dua bulan lalu dia pergi dan tidak pernah lagi kembali ke rumah," ujar Elly.
Awalnya menurut Elly suaminya itu minta kartu ATM yang selama ini dipegangnya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka.
Pasalnya gaji yang diperoleh suaminya sebagai PNS di Pemkab Simalungun ditransfer ke situ.
"Saya sendiri cuma ibu rumah tangga, nggak ada penghasilan. Alasan dia meminta ATM, mau ambil uang sedikit untuk memperbaiki sepeda anak saya."
Dipapar Elly, setelah memperbaiki sepeda, ia terkejut mendapati anaknya Kristian Simanjuntak (anak nomor tiga) pulang seorang diri.
Kristian bercerita ia dititipkan ayahnya pada seorang sopir angkutan umum dan dipesankan supaya diturunkan di gang depan rumah mereka.
"Waktu saya tanya kemana suami saya, anak saya bilang kalau ayahnya sedang menjahitkan celana yang robek. Tapi ditunggu-tunggu sampai sore, sampai malam, sampai besok dan sampai hari ini, tidak juga pulang. Saya hubungi ke ponselnya tidak nyambung. Bahkan dia tidak tahu kalau saya sekarang sudah dirawat di sini," ujar warga Jl Pendeta Wismar Saragih, Gg Karsim, Kota Pematangsiantar ini.

Sebelum dirawat inap di RSUP Adam Malik, Elly sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Djasaman Saragih Siantar.
"Pihak Djasaman merujuk saya ke Adam Malik supaya bisa dirawat lebih intensif. Mereka bilang di sini peralatannya lebih lengkap."
Elly Damanik terbaring sakit kanker stadium empat ditemani kedua anaknya di RSUP Adam Malik
Ditanya alasan yang membuat Iskak Simanjuntak meninggalkannya, Elly menggelengkan kepalanya. Air matanya menitik, mengalir membasahi kedua sisi pipinya yang kusam tak bercahaya.
Elly menyebut, ia dan Iskak Simanjuntak selama ini tidak memiliki masalah pribadi. Rumah tangga mereka langgeng-langgeng saja.
Namun memang, imbuhnya, sejak Elly dideteksi menderita kanker payudara, Iskak terkesan kurang menyetujui pengobatan medis.
Sebaliknya, ia selalu mendorong Elly agar berobat ke orang pintar atau menjalani pengobatan alternatif.
"Saya penginnya berobat ke dokter, agar bisa kemoterapi. Tapi suami saya bilang, kalau dikemoterapi kondisi saya malah akan semakin buruk. Sering dia bilang, kemoterapi itu membuat pasien lebih cepat mati. Saya menurut. Tapi karena semakin gawat, keluarga saya membawa saya ke rumah sakit," ujar Elly.

Sempat Menelepon
Beberapa hari setelah Iskak Simanjuntak tak kembali ke rumah, Elly mengadu ke keluarga besarnya dan mereka kemudian memutuskan untuk memasang iklan di koran.
Hal ini sebenarnya didorong kekhawatiran. Elly takut suaminya ini mendapatkan hal-hal yang tidak diinginkan.
Kekhawatiran ini tak terbukti. Sebab setelah iklan dipasang, Iskak sempat menelepon. Namun anehnya tidak langsung kepada Elly.
"Dia menelepon tetangga kami. Juga puteri saya ini, Teresia. Kata dia, sebenarnya dia ingin pulang. Tapi tidak punya uang. Karena itu minta ditransferkan duit Rp 50 ribu. Juga pulsa isi 50 ribu. Sama tetangga-tetanga kami yang datang jenguk ke sini, dia juga minta uang. Ada juga yang mengaku sudah ngasih uangnya," kata Elly.
Kalimat Elly dibenarkan Teresia Simanjuntak. "Tapi aku nggak punya uang, Bang. Jadi aku nggak kasih. Apalagi Mamak (Ibu) sedang sakit. Uang kami pun tak ada. Mau minta sama siapa?" ucap Teresia.
"Setelah itu Bapak nggak pernah menelepon lagi. Sampai sekarang. Nggak tahu kenapa. Padahal Mamak sakit keras. Bapak tahu itu. Tapi Bapak nggak mau pulang. Harapan aku, pulanglah, Pak. Kami rindu sama Bapak. Kami rindu berkumpul lagi kayak dulu," kata Teresia sembari terisak- isak.
Elly sendiri dijadwalkan menjalani pemeriksaan Multi Slice Computer Tomography Scan (MSCT-Scan).
Pemeriksaan ini merupakan bagian dari serangkaian perawatan yang harus ia jalani.
Perawatan-perawatan ini tentunya membutuhkan dana besar. Di lain sisi, pascasuaminya Iskak Simanjuntak menghilang, Elly praktis tidak memiliki penghasilan.
"Yang bekerja itu suami saya. Sejak dia pergi, dan ATM dia yang pegang, saya tidak ada uang masuk sama sekali. Ada pun uang dari pemberian keluarga, atau sumbangan teman dan tetangga," sebut Elly.
Ketiadaan biaya ini memusingkan Elly. Ia pun berencana menjual rumahnya. "Selain untuk biaya pengobatan saya, bisa juga untuk tambah-tambahan biaya pendidikan anak- anak saya, di samping makan sehari-hari," ucapnya.
Pasangan Iskak Simanjuntak-Elly Damanik memiliki tiga anak. Sulung bernama Sindi Simanjuntak, 14 tahun, kini duduk di kelas sembilan SMP Negeri 3 Siantar.
Anak kedua dan ketiga masing-masing Teresia Simanjuntak (13), kelas tujuh SMP Negeri 3 Siantar, dan Kristian Simanjuntak (8), yang masih duduk di bangku kelas tiga SD.


Editor    : tagor
Sumber : tribunmedan

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.