Header Ads


Rusunawa Siantar Terkatung-katung, Kemenpera "Takut" Dengan LSM

LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Berdasarkan hasil konsultasi Komisi III DPRD Siantar ke Kemenpera pada 12 Oktober-14 Oktober 2015 kemarin,bahwa belum diserah terimakannya Rusunawa yang terletak di Jalan Vihara karena adanya pengaduan oleh salah satu LSM ke Polres Siantar,dimana dalam pelaksanaan proyek tersebut ada indikasi tindak pidana korupsi. Akhirnya sampai saat ini nasib Rusunawa di jalan Vihara Siantar terkatung-katung, dan tidak dapat ditempati.

Rusunawa Siantar Terkatung-katung, Kemenpera  "Takut" Dengan LSM
Frans Bungaran Sitanggang,SE

Keterangan itu di dapat dari Ir.Efendi Manurung Msi selaku Kasubdit Standarisasi dan Pedoman Kemenpera yang saat itu didampingi Oki selaku PPK Pembangunan Rusunawa. BACA JUGA Soal Rusun, Komisi III DPRD Siantar Konsultasi ke Kemenpera.

"Terkendala karena pengaduan salah satu LSM,"ujar anggota Komisi III Frans Bungaran Sitanggang,SE menirukan perkataan Kemenpera tersebut,Kamis (15/10/2015).

Selain itu, belum diserah terimakannya Rusunawa, karena dalam pembangunan tersebut, tidak termasuk dalam pemasangan jaringan listrik dan air bersih.

"Fasilitas yang menunjang dalam kehidupan sehari-hari belum terpenuhi.Kita tahu,listrik dan air sangat penting sekali,"jelasnya.

"Saat ini telah ditenderkan oleh Kemenpera, dan telah ada pemenang. Namun,Kemenpera tetap enggan melanjutkan karena adanya laporan LSM tersebut,"ujarnya. BACA JUGA Anak Punk Siantar "Bermarkas" di Rusunawa.

Untuk itu, dari hasil konsultasi tersebut, Komisi III DPRD disarankan untuk berkoordinasi dengan Polres Siantar untuk mengetahui perkembangan kasus yang ditangani.

"Secepatnya kita akan surati pimpinan DPRD Siantar,untuk melakukan konsultasi dengan Polres Siantar.Semakin cepat, Rusunawa itu dipergunakan oleh penerima manfaat (Pemko Siantar). Maka akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pematangsiantar,"ucapnya.

Seperti diketahui, kondisi Rusunawa yang belum ditempati, menjadikan Rusunawa "surga" bagi anak-anak punk, pencopet,pemalak bahkan tempat berlangsungnya transaksi narkoba.


Penulis : franki
Sumber : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.