Kemendagri Gelar Pendidikan Politik Mahasiswa di Pematangsiantar
LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Didampingi Penjabat (Pj) Walikota Pematangsiantar Drs.Eddy Syofian MAP, Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, Soedarmo, yang diwakili Sekretaris Jenderal Budi Prasetyo, membuka secara resmi kegiatan Fasilitasi Pendidikan Politik Bagi Mahasiswa, Senin (19/10/2015) di Hotel Horison Jalan Medan, Siantar Martoba.
Pembukaan acara yang akan berlangsung selama dua hari ini, ditandai dengan pemukulan gong oleh Budi Prasetyo, juga didampingi Ketua Panitia Jan Pieter Pangaribuan (Direktur Politik Dalam Negeri). Selain 600 orang mahasiswa yang berasal dari 17 perguruan tinggi di Sumatera Utara, para nara sumber serta dosen pendamping dan para undangan lainnya juga tampak hadir dalam kegiatan ini.
Menurut Budi Prasetyo, kegiatan ini dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai Demokrasi Pancasila melalui pendidikan politik mahasiswa dalam rangka membangun kualitas demokrasi yang diwujudkan dalam partisipasi aktif mahasiswa pada Pilkada Serentak Tahun 2015.
Para narasumber pada kegiatan ini didatangkan langsung dari pusat maupun dari daerah, yakni Yudi Haryono,PhD (Direktur Eksekutif Nusantara Centre Indonesia), Prof. Dr. Sahala Hutabarat (Dewan Pembina Institut Maritim Indonesia), Dr.Emrus Sihombing (Pakar Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan), Prof.Dr.Marihot Manullang (Rektor Universitas Simalungun-Pematangsiantar), Pdt.Dr.Darwin Lumbantobing (Ketua Sekolah Tinggi Theologia HKBP-Pematangsiantar), serta Benget Silitonga (Anggota Komisi Pemilihan Umum Sumatera Utara).
Saat memberikan sambutan, Penjabat (Pj) Walikota, Eddy Syofian meminta kepada seluruh mahasiswa agar aktif serta berkontribusi positif dalam mengawal proses Pilkada serentak yang baru pertama kalinya digelar di Indonesia, pada tanggal 9 Desember 2015 mendatang. Apalagi, para mahasiswa sebagai kader-kader intelektual bangsa, harus peka terhadap situasi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.
Ditambahkan bahwa, pendidikan politik bagi mahasiswa ini menjadi tanggungjawab semua pihak, mulai dari penyelenggara Pemilu, pemerintah pusat maupun daerah, partai politik, organisasi massa, maupun elemen-elemen masyarakat lainnya termasuk media massa.
“Keberadaan mahasiswa sangat diharapkan dapat memberikan pemahaman politik yang benar terhadap masyarakat serta arti pentingnya Pilkada ini bagi pembangunan bangsa,”katanya.
Penulis : franki Editor : tagor
Penulis : franki Editor : tagor




Tidak ada komentar