Header Ads


UGM Wisuda 1519 Sarjana dan 231 Diploma


LINTAS PUBLIK – YOGYAKARTA, Selasa (19/5/2015), Universitas Gadjah Mada (UGM) mewisuda sebanyak 1750 wisudawan periode tiga tahun akademik 2014/2015. Acara ini di langsungkan di gedung Graha Sabha Pramana (GSP) UGM, Yogyakarta.
 
Junaidi Sinaga
Rektor UGM Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D mengucapkan selamat kepada para wisudawan/wati pada awal sambutanya. “Pada kesempatan ini saya atas nama keluarga besar Universitas Gadjah Mada mengucapkan selamat dan turut berbahagia atas prestasi dan capaian seluruh wisudawan/wati serta keluarga,” ucapnya.

Berdasarkan jenjang pendidikan UGM mewisuda 1519 dari Program Sarjana dan 231 wisidawan/wati dari Diploma. Sedangkan masa studi rata-rata untuk program sarjana adalah 4 tahun 6 bulan dan Program Diploma adalah 3 tahun 1 bulan.  
Untuk waktu studi tersingkat dari Program Sarjana adalah Vina Priatmitasari dari Program Studi Ilmu Filsafat, Fakultas Filsafat, yakni dengan waktu studi selama 3 tahun 6 bulan. Sedangkan dari Program Diploma oleh Muhammad Albar Baiquni dari Sekolah Vokasi, yakni 2 tahun 6 bulan 25 hari.
Dilihat dari usia, wisudawan termuda dari kampus yang dikenal dengan “Kampus Kerakyatan” ini adalah Pasya Brata Putra Rinsih dari Fakultas Tehnik, yakni 19 tahun 3 bulan 25 hari. Sedangkan dari Program Diploma adalah Atika Pujiastari, yakni 19 tahun 10 bulan 14 hari.
Jumlah wisudawan yang berpredikat cum laude pada Program Sarjana dalam periode ini sebanyak 540 wisudawan atau sama dengan 35,55%, sedangkan untuk Program Diploma  90 orang  atau sama dengan 38,66%.
Di lihat dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), rata-rata IPK baik dari Program Sarjana dan Diploma adalah 3,33. Sedangkan yang meraih IPK tertinggi dari Program Sarjana diraih oleh Paramisa Kusumadewi dari Fakultas Kedokteran, yakni dengan IPK 3,96. Sedangkan dari Diploma dengan IPK 3,94 diraih oleh Ilham.
Dalam sambutanya Rektor UGM mengingatkan bahwa para wisudawan mempunyai posisi penting dalam upaya penggerak bangsa sebagai generasi muda. Bonus demografi harus dimanfaatkan dan jangan sampai berubah menjadi bencana demografi karena tidak mampu bersaing dengan dunia lain.
“Tangtangan bagi dunia pendidikan saat ini adalah sanggupkah kita mendidik dan mencetak para lulusan untuk siap menjadi laskar yang tangguh dalam pembangunan bangsa dan dalam mememangkan persaingan dengan bangsa-bangsa lain di dunia untuk memanfaatkan bonus demografi tersebut,” katanya.
Salah satu wisudawan Junaidi Sinaga merespon positif apa yang disampaikan Rektor dalam sambutanya. “Apa yang disampaikan Ibu Rektor adalah bekal buat kami kaum muda untuk terus berjuang dan harus bekerja keras dan mampu menjadi lascar yang tangguh,” ujarnya saat ditemui Lintas Publik Online seusai acara wisuda bersama keluarganya di pelataran GSP.
Mahasiswa yang berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) ini mengatakan akan berencana melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. JO/t

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.