Perencanaan Pembangunan Siantar Berantakan
LINTAS PUBLIK - SIANTAR, Pada rapat kerja Pansus DPRD
dengan Bappeda Kota Pematangsiantar, terungkap bahwa carut marutnya kota ini
dikarenakan tidak adanya perencanaan pembangunan berbasis penelitian ilmiah.
“ Maaf ya,
saya bukan menjelekkan teman-teman Bappeda, tapi harus diakui bahwa perencanaan
kita memang berantakan.Bukan menggurui,tidak selamanya ide itu dituangkan dalam
program.Tetapi ide itu,harus diuji dulu dengan penelitian," ujar Kepala
Bappeda Reinward Simanjuntak, Jumat (22/5/2015) dihadapan Pansus DPRD kota
Siantar.
Kennedy Parapat Ketua Pansus ketika itu, menyoroti
ranperda kelurahan dan ranperda kecamatan. Pada program Bappeda 5 tahun, Bapeda
merencanakan pemekaran 18 kelurahan dan 5 kecamatan.
![]() |
| Bapeda rapat bersama Pansus di DPRD Siantar |
"Saya heran,kenapa muncul lagi pemekaran. Seharusnya,
Bappeda meneliti dahulu, masih banyak kantor kelurahan dan kecamatan dengan
proses sewa-menyewa.Jika kontrak habis,kantornya harus pindah. Masyarakat pasti
bingung,ditambah pelayanan yang diberikan aparatur kelurahan dan kecamatan
belum maksimal,"tandas Kennedy.
Reinward
Simanjuntak mengatakan peluang dimekarkan,karena adanya Program pemerintah
pusat semua desa akan dibantu 1 Milyar. Nyatanya, yang dibantu itu hanya desa di
kabupaten, dan bukan kelurahan.
"Rencana pemekaran itu,karena peluang bantuan
1 Milyar ke desa,"tutur Reinward yang baru menjabat bulan Februari 2015, sebagai
kepala Bappeda.
Mendengar
hal itu, Kennedy Parapat menimpali untuk pemekaran harus terlebih dahulu ada
studi kelayakan,studi banding. Bukan hanya melihat peluang,langsung dibuat ke
dalam program. Kennedy mengatakan,meskipun Bappeda berkoordinasi dengan intansi
lain,saya pastikan itu hanya seremonial saja.
"
Melihat realita ini,Kota Pematangsiantar mengalami kemunduran pembangunan,tidak
berpijak pada perencanaan yang matang.Tidak berkonsep pada studi klayakan
maupun studi banding. Buktinya,kemacetan semakin parah,penempatan pejabat tidak
sesuai kemampuannya," tutur Kennedy heran, pengangkatan pejabat di Pemko
Siantar tidak tepat pada bidangnya. Fra/t





Tidak ada komentar