Header Ads


Pelecehan Terhadap DPRD, Penyebar SMS Akan di Laporkan

LINTAS PUBLIK - SIANTAR, Terkait sms gelap yang menyebut Kepala Bappeda memberikan uang Rp 30 juta kepada Ketua Pansus,dengan tujuan agar lahan tanjung pinggir tidak diperpanjang atau tidak dilanjutkan dibahas dalam tataran Pansus, mendapat reaksi keras dari Ketua DPRD Eliakim Simanjuntak, dimana isi pesan gelap tersebut telah melecahkan lembaga DPRD.

" Pesan itu kan, ditujukan kepada Kennedy Parapat selaku ketua pansus LKPJ T.A 2014 dan LKPJ AMJ Walikota 2010-2015. Yang mana, Pansus tersebut dibentuk oleh DPRD dan di SK kan pimpinan DPRD.Jadi,pesan gelap itu telah melecehkan kelembagaan DPRD.Karena itu,pihaknya akan menyelidiki dahulu secara internal," ujar Eliakim kepada Lintas Publik Online,Rabu (20/05/2015). BACA JUGA  Beredar SMS, Kennedy Parapat Terima 30 Juta


 Dikatakan Eliakim, ketika penyelidikan tersebut tidak berhasil,pihaknya akan melaporkan ke pihak berwajib.Untuk mencari tahu,siapa sebenarnya pengirim sms gelap tersebut.

" Nomor pengirim sms gelap itu kan ada, nah agar provider telekomunikasi mau membuka datanya.Kita harus terlebih dahulu melaporkan ke pihak berwajib.Jadi bukan Kennedy yang melaporkan,tetapi lembaga. Kepada Kennedy juga, bila betul menerima dana itu,lembaga DPRD akan melaporkan ke pihak berwajib.Jangan main-main dengan lembaga ini.,"tukas Eliakim dengan nada tinggi.

Eliakim juga berpesan,agar Pansus semakin semangat dan giat,membahas masalah-masalah yang menyangkut kepentingan masyarakat.

 " Jadwal tetap jalan, Jangan karena sms gelap itu,kinerja Pansus ditinggalkan.Harusnya,semakin semangat, karena Pansus dipantau masyarakat luas,"tutur Eliakim menegaskan.

 Frans Bungaran Sitanggang,dari fraksi nurani keadilan mengatakan sebaiknya DPRD memanggil Pemko Pematangsiantar dan PT Detis Sari Indah terkait lahan tanjung pinggir.


 "Biar jelas dan terurai masalahnya.Sehingga tidak ada dugaan-dugaan, yang tidak enak didengar," jelas Bungaran .

Terkait dengan pesan gelap tersebut,ada baiknya segera diadukan karena itu fitnah dan pembunuhan karakter.


 " Jelas sekali fitnah,pesan itu juga bisa jadi pemecah konsentrasi Pansus untuk membahas masalah-masalah yang krusial," kata Frans Bungaran,agar penyebar SMS dapat terungkap.  Fra /t

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.