Header Ads


Ir Agusto Silalahi : Mulailah Memikirkan Arah Baru Siantar


LINTAS PUBLIK - SIANTAR, Menjelang Pilkada Kota Pematangsiantar yang dihelat Bulan Desember 2015  nanti,banyak para balon Walikota memproklamirkan diri untuk maju merebut Siantar 1,salah satunya tokoh muda Siantar Ir.Agusto Silalahi. Karena itu, lintas mayarakat ingin mengenal lebih dekat sosok Agusto Silalahi dan mereka mengharapkan pemimpin ke depan yang benar-benar pro rakyat dan berada ditengah-tengah masyarakat Siantar. 


Balon Walikota Ir Agusto Silalahi  bersama
dengan komunitas masyarakat
Keinginan komunitas tersebut seakan direstui, dengan munculnya sosok Agusto Silalahi yang muda dan energik serta bersahaja,menyambangi komunitas masyarakat yang mengadakan diskusi di jalan Kartini. 

Kedatangan Agusto ini,untuk mendengar langsung keluhan maupun harapan masyarakat Siantar. Sesuai visi misinya,Agusto menekankan perlunya reformasi birokrasi,sehingga mesin birokrasi menghasilkan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat.



 " Pejabat yang menduduki suatu instansi,harus berdasarkan keahlian dan ilmu yang dimilikinya," tandas Agusto ,Sabtu (23/05/2014).

Selain itu,Siantar yang dijuluki kota Pendidikan,yang saat ini mulai memudar,akan dibenahinya. Salah satunya,dengan mendirikan Perguruan Tinggi Negeri di Kota Pematangsiantar,jadi anak Siantar tidak perlu lagi mengecap pendidikan ke luar daerah. 



"Kita ciptakan pendidikan gratis seperti di daerah Blitar, juga mendirikan PTN di Siantar yang merupakan impian masyarakat Siantar," ujar Agusto.

 Setelah mendengar sedikit paparan Agusto, Rudi warga kelurahan Bukit Sofa yang hadir pada diskusi tersebut mempertanyakan slogan Agusto SIANTAR ADALAH KITA BUKAN MEREKA?.  Agusto mengatakan bahwa untuk memajukan Kota Pematangsiantar adalah kita,meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat Siantar adalah kita. Realitanya,masih ada masyarakat belum merasakan sentuhan Pemerintah. 

Dista Nurdin (tengah) menyampaikan beberapa
pertanyaan kepada Balon Walikota Ir.Agusto Silalahi
"Belum lama ini,puluhan masyarakat miskin menuntut raskin kepada Pemko,padahal itu merupakan program pemerintah untuk membantu masyarakat miskin.Artinya,terjadi kesimpangsiuran pendataan.Kaum orang cacat (disabilitas) yang menuntut bantuan dana orang cacat kepada Pemko.Kenapa itu bisa terjadi,? Itu mereka (pemko),untuk merubahnya ya kita. Siantar kerap terjadi banjir bila hujan turun,kenapa bisa itu terjadi karena mereka (Pemko), mengatasinya agar tidak terjadi banjir ya kita.Inilah saatnya Arah Baru Siantar," kata Agusto menjelaskan slogannya ya.

Agusto juga menjelaskan,maksud gambar dirinya mengikat tali sepatu. Bahwa, Agusto Silalahi stand by untuk pergi.Artinya,siap tancap gas melayani masyarakat Siantar dengan penuh kerja keras.

 “Tentunya,saya memenuhi syarat dulu dan terpilih menjadi Walikota,”urainya menjelaskan kepada komunitas tersebut Pertanyaan kembali muncul dari Dista Nurdin,warga kecamatan Sitalasari yang melihat bobroknya pendidikan kota Pematangsiantar. Ia menyoroti,saat ini tenaga pendidik bukan lagi memperjuangkan anak muridnya supaya pintar,melainkan mengajarkan untuk sekedar tahu.


“ Saya selalu perhatikan, tenaga guru sudah hantam kromo dalam mendidik siswanya. Sebagai contoh, metode belajar siswa kelas 1 SD,disamakan dengan mengajar tingkat perguruan tinggi. Ketika siswa itu belum mengetahui membaca,tidak ada niat guru tersebut supaya siswa itu bisa membaca.Malah yang ada,kesan pembiaran,kalau nggak tahu ya sudah.Tanpa memikirkan solusinya,” ucap Dista.


Belum lagi,guru saat ini hanya mengejar agar lolos sertifikasi tanpa memperhatikan mutu pendidikan.Sehingga,konsentasi tenaga pengajar pecah,hanya untuk memenuhi syarat 24 jam mengajar.


“ Untuk memenuhi syarat 24 jam tersebut, ada beberapa tenaga guru mengajar di 3 sekolah berbeda,sehingga kualitas tidak diperhatikan,”katanya. 
Agusto mengatakan, untuk membuat anak pintar tidak lah susah,yang susah itu mengajari anak berbudi pekerti.


“ Kalau belum tahu membaca,dibujuklah anak itu.Itu,hanya metode pendekatan guru terhadap anak.Namun,Agusto tidak menampik anak-anak sekarang bermental cengeng.Sedikit dimarahi dan dijewer gurunya,anaknya melapor kepada orang tua.Bahkan,ada yang sampai ke ranah hukum. Karena itu,terlebih dahulu kita mengajarkan budi pekerti kepada anak didik. Bagaimana cara menghormati guru,bagaimana cara menghormat bendera dengan benar,bagaimana cara bertutur bahasa yang baik di sekolah. Bila budi pekerti itu sudah kuat,saya yakin anak didik itu mudah diajari,”urai Agusto.


Nah soal sertifikasi tadi,Agusto berujar akan mengajak seluruh stakeholder pendidikan untuk bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan. “ seperti pembahasan diawal tadi,yang merubahnya tentu KITA,”ujarnya.


Terkait penataan pasar horas yang kumuh, serta banyaknya pedagang kaki lima yang memakan badan jalan.Agusto berpikir penertiban bukan solusi melainkan relokasi. Pedagang itu adalah saudara Kita,sehingga kita harus memikirkan bagaimana pedagang itu aman,nyaman mencari rezeki. Sesuai dengan visi misi nawa cita Presiden RI Ir. Jokowi yakni menghidupkan perekonomian kecil,”tutur Agusto menjawab pertanyaan salah seorang warga H lumban gaol. Fra/t

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.