Header Ads


Pentas Seni SD BUdi Mulia 2 Meriah, Victorianus Rismario : Kita Harus Pertahankan Kearifan Lokal

LINTAS PUBLIK – SIANTAR, Bangsa batak dari dahulu mengajarkan cara saling menghormati, mengajarkan bagaimana mengutamakan kepentingan umum (bersama). Orang batak juga mengajarkan keagungan Tuhan Sisada somba, sisada sipanganan atau  makan satu tempat yang sama.
 
Siswa SD Budi Mulia 2 Siantar, saat Manortor dalam
acara Pentas Seni
Hebatnya bangsa batak juga mengajarkan, Sisada Hasagapaon bersama-sama dihormati dan menghormati,  Sisada Sinamot kebersamaan untuk berhasil,  Sisada Hailahot kebersamaan saling menjaga kehormatan, karena satu malu,   yang lain akan malu juga. Semua kesatuan itu tidak dapat dipisahkan, semua erat hubungannya seperti air yang tidak dapat dipotong dengan pisau atau benda apapun untuk memotong air, artinya kebersamaan itu tidak dipisahkan dari apapun, itulah bangsa batak.

“Budaya batak sangat besar, Kita mengenal kearifan local, Gotong royong, kerja keras, dan saling menghormati,” Demikian dikatakan Victorianus Rismario, SS, MPd kepala sekolah SD Budi Mulia 2 Pematangsiantar, Sabtu (25/4/2015) di Lapangan SD Budi Mulia 2 jalan Farel Pasaribu no.34 Siantar dalam acara Pentas Seni siswa-siswi SD Budi Mulia 2 Pematangsiantar, yang berthemakan "Damai Di Bumi". LIHAT JUGA Di SD Budi Mulia 2 Siantar, Musik Angklung Berkolaborasi Dengan Gondang Batak


Siswa SD Budi Mulia 2 Siantar, saat Menari menanm jagung
dalam acara Pentas Seni
Victorianus Rismario  yang biasa disapa Bruder Jon mengatakan,  Nusantara ini sungguh luar biasa, setiap budaya suku diberikan Tuhan talenta, sebut saja Padang talentanya berdagang, orang batak hobby merantau dan banyak yang berhasil, orang Madura  bertani, dan banyak lagi talenta-talenta  lainnya.

“Luar biasanya kita hidup di Nusantara ini, setiap budaya (suku) memiliki keunggulannya masing-masing.”jelas Bruder Jon  berpesan kepada orang tua, agar bakat anak terus dikembangkan sejak dini.LP1/t

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.