Header Ads


Hulman Rapat tertutup, Ajudan Usir Wartawan Meliput

LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Saat wartawan melihat  kedatangan Walikota Kota Pematangsiantar Hulman Sitorus,SE ke Kantor Pemadam Kebakaran di Jalan Porsea, wartawan pun ingin mengatahui kunjungan walikota  ke tempat tersebut.  Namun, bukan informasi yang didapat tetapi “ pengusiran “ oleh ajudan walikota yang mengaku bermarga Sinaga, Selasa (14/04/2015.

Kejadiannya itu sekitar  pukul 12.00 Wib , pada saat itu mobil  Patwal terlihat mengiringi mobil dinas Walikota Kota Pematangsiantar ,  sesampai patwal dan rombongan wakikota Siantar di halaman depan Kantor Pemadaman Kebakaran, walikota langsung turun dan langsung menuju tangga lantai dua ruang  Pemadam Kebakaran.
Kantor pemadam kebakaran Siantar.

Nah , setelah Hulman Sitorus berlalu, ajudan Walikota yang katanya bermarga Sinaga mencegah wartawan untuk naik ke atas.

Bahkan ajudan itu, memblokade pintu masuk anak tangga dengan cara berdiri di anak tangga tersebut sehingga pegawai Pemadam lainnya ikut bergerombol dan membentuk barisan. Dari yang terlihat, barisan tersebut semacam benteng, mirip saat Polisi menghempang aksi demo, dengan cara membentuk barisan memanjang dan berlapis-lapis.

“ Tidak bisa masuk pak, rapat ini tertutup. Maaf  ya, wartawan dilarang meliput ,“ ujar ajudan itu.

Setelah mendengar perkataan ajudan tersebut, para wartawan mencoba menjelaskan kedatangannya, siapa tahu ada kegiatan-kegiatan penting dan berguna bagi masyarakat. Karena pers merupakan ujung tombak informasi kepada masyarakat. BACA JUGA Jalatua Hasugian : Pers Merupakan Ujung Tombak Informasi

Namun penjelasan wartawan tidak membuat goyah sang ajudan Walikota. “ Tolong pak , silahkan keluar karena rapat ini tertutup ,“ tegas ajudan itu lagi.
Karena kejadian itu, wartawan menanyakan nama sang ajudan , dan sang ajudan dengan angkuh malah mempertanyakan para wartawan kenapa tidak tahu nama  dirinya ( ajudan walikota).
  Bapak tidak tahu nama saya ya, kok nggak tahu?? Nggak pernah jumpa ya sama saya???” ucap ajudan Walikota dengan angkuhnya .

Setelah sang ajudan memberikan identitas dirinya, wartawan pun pergi, kebetulan Dame Pandiangan yang saat itu telah selesai diwawancarai wartawan soal Jaksa yang menunda eksekusi menyesalkan kejadian tersebut

“ Mungkin Walikota ini tidak ingin menang dalam Pilkada nanti. Karena pers itu, bisa “melejitkan maupun “menurunkan” populer suatu balon. Baiknya dirangkullah wartawan itu  ,“ Ucap Dame dengan mengegeleng-gelengkan kepalanya.

Sementara Plt Kabag Humas dan Protokoler Pemko Pematangsiantar Jalatua Hasugian saat dikonfirmasi perihal tersebut tidak menanggapi apa yang terjadi di lokasi pemadam kebakaran itu, walaupun SMS terlihat masuk melalui pesan singkat. Fra/t

Informasi, diduga rapat yang digelar walikota di ruang pemadam kebakaran itu, diduga membicaraan tim sukses Hulman, untuk melanjutkan maju pada Pilkada Desember 2015 untuk periode kedua, namun tak dapat dipastikan apa saja yang dibicarakan tim Hulman tersebut. Namun kelihatan, masyarakat sudah merasa bosan terhadap tingkah Hulman, karena telah mengesampingkan jabatan walikota, karena pekerjaannya yang utama adalah penyanyi. 

“walikota inikan sampingan, yang utama adalah menyanyi,”kata  walikota Siantar pada peletakan batu pertama di Pasar Melanthon Siregar. Pernyataan ini pun menuai kritikan dari berbagai elemen masyarakat di kota Pematangsiantar. Fra/t

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.