Dibina KPw Bank Indonesia, Petani Bawang Merah Panen Berlimpah
LINTAS PUBLIK-SIMALUNGUN, Selasa, 14 April
2015, dilaksanakan panen di demonstration plot (demplot) bawang merah binaan
KPw Bank Indonesia Pematangsiantar “Sariah II” dan “Maju” yang berlokasi di
Kecamatan Haranggaol Horisan, Kabupaten Simalungun.
![]() |
| ilustrasi panen bawang |
Dalam acara tersebut, hadir Kepala
BPTP Provinsi Sumatera Utara, Ir. Catur Hermanto. MP, Kepala Dinas Pertanian
Kabupaten Simalungun, Ir. Jan Posman Purba, Peneliti Utama BPTP Sumatera Utara,
Ir. Sorta Simatupang, MSi, Camat Haranggaol Horisan, Ketua Kelompok Tani Sariah
II dan Maju, dan rekan-rekan Jurnalis Ekonomi Siantar dan Sekitarnya (JESS).
Berdasarkan data BPS Provinsi Sumatera Utara
tahun 2013, dari segi luas panen dan produksi, Kabupaten Simalungun merupakan
penghasil bawang merah terbesar kedua di Provinsi Sumatera Utara, setelah
Kabupaten Dairi. Namun dari segi produktivitas Kabupaten Simalungun merupakan
yang tertinggi, yaitu 11,32 ton/ha, lebih tinggi dibanding Kabupaten Dairi
dengan produktivitas sebesar 7,32 ton/ha.
Kepala Kantor Perwakilan Bank
Indonesia Kota Pematangsiantr, Elly Tjan menyampaikan dalam sambutannya,
budidaya bawang merah umumnya diusahakan secara musiman, yaitu pada musim kemarau
April s.d. Oktober .
Puncak panen bawang merah terjadi
hampir selama 6-7 bulan setiap tahun dengan konsentrasi antara bulan Juni –
Desember dan hingga Januari. Sementara bulan kosong panen terjadi pada bulan
Februari – Mei. Keterbatasan supply di bulan tersebut menyebabkan harga bawang
merah melonjak.
Untuk itu, perlu diupayakan budidaya
bawang merah yang dapat berlangsung sepanjang tahun, dengan membatasi produksi
pada saat bertanam normal sesuai permintaan pasar dan melakukan budidaya di
luar musim (off season). Saat ini, kata Elly,KPw BI Pematangsiantar bekerja
sama dengan .
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian
(BPTP) Sumatera Utara telah melakukan pembinaan kepada kelompok tani di
Kabupaten Simalungun melalui pembuatan demonstration plot (demplot) di
Kecamatan Haranggaol Horisan dan Pematangsilimahuta. Pengembangan dimulai dari
pembuatan 2 (dua) demplot pada tahun 2014 yang kemudian telah diperluas hingga
6 demplot pada periode ini.
Masa tanam pada periode ini
dilakukan di luar musim, yaitu pada akhir Januari 2015 sehingga petani dapat
merasakan keuntungan yang optimal mengingat harga bawang merah saat ini sedang
tinggi. “Panen telah dilaksanakan di demplot yang berlokasi di Kecamatan Pematang
Silimakuta.
Terjadi peningkatan produktivitas
berdasarkan hasil pengukuran berat kering bersih (tanpa daun) dengan rata-rata
produksi 24,5 ton/ha. Jika dibandingkan dengan data sebelumnya, angka tersebut
dua kali lebih besar dibanding data produktivitas Kabupaten Simalungun” Ucap
Elly .
Saat ini, KPw BI Pematangsiantar
telah melakukan identifikasi lapangan ke petani bawang merah di Kabupaten
Simalungun. Beberapa permasalahan yang dihadapi petani adalah kurangnya
pengetahuan mengenai teknik budidaya bawang merah dan keterbatasan modal.
Atas hal tersebut Bank Indonesia
telah melakukan beberapa hal yakni fasilitasi sarana prasarana produksi berupa
bibit, pupuk, obat-obatan dan sarana pendukung lainnya seperti mulsa dan selang
untuk kelompok tani yang dibina. fasilitasi sekolah lapang bekerjasama dengan
BPTP Sumatera Utara, fasilitasi keikutsertaan petani bawang merah dalam
kegiatan petani pakar yang diselenggarakan oleh KPw BI Provinsi Sumatera Utara.
Elly berharap ke depan, produktivitas bawang
merah diharapkan dapat ditingkatkan dan sentra bawang merah dapat terbentuk di
Kabupaten Simalungun. Bank Indonesia akan terus mendorong penguatan komitmen
seluruh stakeholders yang terlibat untuk pengembangan klaster bawang merah di
Kabupaten Simalungun. (Fra/rel)





Tidak ada komentar