Di Tahan, Aidil Protes Dinas Pendidikan Simalungun
LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Wajahnya lesu,tidak bergairah itulah
sedikit gambaran yang dialami Aidil Rm (18) pelajar Madrasah Aliyah
proyek departemen Agama (Depag)
Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Naggar Kabupaten Simalungun.
Keinginanya untuk ikut ujian bersama temann-temanya di
sekolah terhalang oleh tembok-tembok tinggi dan kokoh. Bahkan, banyaknya
petugas dan ketatnya penjagaan semakin teringang-ngiang dalam benak Aidil. Ya,
Lapas (Lemabaga Masyarakat) Kelas 2A sekaranglah dimana Aidil menjadi
penghhuninya. Dia harus mempertangggung jawabkan perbuatannya, atas kasus Narkotika dan sebentar lagi dalam agenda tuntutan.
“ Tolonglah bang, saya mau mengikuti ujian Nasional,”
Tuturnya kepada beberapa wartawan di Lapas 2A, Senin (14/04/2015).
Itulah rintihan Aidil kepada beberapa wartawan yang
menanyakan situasi hatinya saat ini, namun harapannya masih merekah bilamana
diberikan kesempatan ujian susulan. Karena ia sadari, dengan menempuh
pendidikanlah kita akan berguna dan meraih cita-cita yang kita impikan.
“ Kalau dikasi kesempatan ujian susulan, saya bersemangat
kembali bang. Saya tidak tahu, bagaimana proses agar dapat mengikuti UN di
lapas ini. Tetapi, orang tua saya sudah memberitahukan kepada sekolah,
jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan UN ini ,“ tutur Aidil tersedu.
Suasana yang awalnya tegang kembali mencair tak kala
secangkir teh manis mendatangi meja, dimana para wartawan duduk bersama Aidil.
“ Minum dulu pak,biar agak santai,” Ucap pegawai lapas
Perempuan bertumbuh Tambun emnyuguhkan minuman kepada kru jurnalis Siantar.
Disaat suasana santai itulah, Aidil bercerita, inginbercita-cita
ingin menjadi Pengacara handal, sama seperti
Hotman Paris Hutapea atau sikaliber OC Kaligis, yang tenar karena membela
orang-orang yang bermasalah dengan hokum, dan tak tanggung-tanggung para
kliennya orang-orang kaya dan bahkan para artis ternama.
Dengan niatnya itu, Aidil lantas sering membaca buku-buku
yang berkaitan dengan hukum. Salah satu yang dibacanya adalah,” Hukum di Negeri
Ini “. Dan,ia juga mengkaitkan kegundahan hatinya terhadap kasus hukum yang
membelitnya.
“ Buku ini, sangat cocok dengan situasi dirinya sekarang
yakni kegundahan dan kegalauan hatinya
atas kasus hukum yang membelitnya.Padahal ia tidak pernah melakukannya,” Ucap
Aidil seorang mantan pengurus OSIS, yang akan membuktikan bahwa dia tidaklah
bersalah.
Sementara Kasi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi
Binalig) Lapas Pemasyarakatan Siantar, HP Sidadolog menuturkan, tidak ada
konfirmasi dari pihak sekolah maupun
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Simalungun, yang menyatakan Aidil
akan mengikuti Ujian Nasional (UN).
“ Tidak ada surat masuk kepada kita, terhadap Aidil untuk
mengikuti Ujian Nasional di Lapas,terang Sidadolog memastikan persoalan tidak
diikut sertakannya Aidil mengikuti Ujian Nasional.
Sidabalok menuturkan , biasanya bila ada siswa kelas III
sedang dalam tahanan, maka pihak sekolah dan Disdik akan menyurati lapas agar
yang bersangkutan diberikan ijin maupun tempat untuk ujian.
“Ruangan kita berikan. Biasanya orang tua tahanan, gurunya
dan pihak Disdik datang menyaksikan ujian yang diikuti si anak,” ujar
Sidadolog. Fra/t




Tidak ada komentar