Terkuak, Pembagian Intensif Guru Sekolah Minggu Diskriminasi
LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Investigasi pengurus GAMKI Kota Siantar tentang Intensif guru-guru sekolah
minggu terus membuahkan hasil. Sebelumnya
GAMKI mendapatkan data 48 guru sekolah minggu dari 2 gereja tidak mendapatkan
haknya.
Sementara sebelumnya ke 48 guru
sekolah minggu itu sudah terdaftar dalam forum guru-guru sekolah minggu dan
telah mendapatkan intensif sebesar Rp.450.000 setiap tahunnya. Tapi sejak tahun
2013 sampai 2014 tidak lagi mendapat intensif yang berasal dari dana bantuan social
Pemerintah kota Siantar. Nomor rekening setiap guru sekolah minggu sudah
diberikan kepada pengurus yang mengatasnamakan guru-guru sekolah minggu.
Informsi pembagian yang tidak merata terus berkembang, dan informasi pembagian yang diduga ada diskriminasi ini ternyata telah berlangsung sejak lama, hal ini terungkap ketika pengurus GAMKI Siantar mengadakan investigasi data guru-guru sekolah minggu ke gereja-gereja yang ada di kota pematang Siantar.
Salah seorang pendeta di gereja Betel Indonesia mengatakan, pembagian intensif guru-guru sekolah minggu ini sangat-sangat diskriminasi, karena didominasi beberapa gereja saja, bahkan parahnya ada dugaan kami data guru sekolah minggu dimanipulasi pengurus.
Hal data guru-guru sekolah minggu juga telah kami permasalahkan tahun-tahun sebelumnya, dan mereka minta maaf tidak akan mengulang kesalahan, dan pembagian akan merata kepada seluruh sekolah minggu, nyatanya diskriminasi pembagian terulang lagi, kami dari pekerja gereja tidak menginginkan itu.
"Pembagian intensif tahun lalu 2013 sudah kami protes, karena pembagian
tidak merata. Tapi tahun ini diulangi lagi, ada yang dibagi Rp.140.000 ada
Rp.150.000, parahnya ada juga yang ngak dibagi,inikan sudah
diskriminasi,"kata Pendeta Betel itu yang namanya tidak mau
dipublikasikan, dan menambahkan bahwa gereja mereka menerima Rp 13 juta untuk seluruh guru sekolah minggu gereja Betel yang ada di kota Siantar. LP1/t





Tidak ada komentar