Header Ads


Gerakan Pangan Murah di Simalungun, 400 Warga Panei Serbu Pasar Murah

Simalungun - Lintas Publik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Panei, Kamis (22/10/2026), guna menjaga stabilitas harga bahan pokok, mengendalikan inflasi, dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

BACA JUGA     Ayah Ibu Tunanetra, Septiana Pasaribu Wisudawati Raih Cumlaude, Ini Pesan Ephorus HKBP   

 Gerakan Pangan Murah di Simalungun, 400 Warga Panei Serbu Pasar Murah/ist
Kegiatan ini merupakan bagian dari GPM Serentak Nasional dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2026 yang dilaksanakan di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Peluncuran nasional dipimpin Wakil Menteri Pertanian RI, Saleh Mustafa, secara virtual.

Dalam arahannya, Saleh menekankan pentingnya respons cepat pemerintah terhadap gejolak harga pangan serta optimalisasi bantuan pangan untuk menjaga daya beli masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Simalungun, Pardomuan A. Sijabat SP MSi, mengatakan GPM diharapkan memperlancar distribusi pangan hingga tingkat kecamatan. Pelaksanaan secara berkelanjutan dinilai dapat membantu menekan inflasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan pokok murah.

Pasar murah di Panei disambut antusias sekitar 400 pembeli. Sejumlah komoditas dijual dengan harga khusus, yakni beras SPHP Rp58.000 per 5 kilogram, Minyakita Rp15.500 per liter, gula pasir Rp18.500 per kilogram, minyak goreng Fortune Rp16.500 per kemasan 800 mililiter, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta telur ayam Rp46.000–Rp48.000 per papan.

Total penyaluran mencapai 431 sak beras SPHP, 300 kilogram gula pasir, 1.452 liter Minyakita, 381 kemasan minyak goreng Fortune, 145 kilogram tepung terigu, dan 80 papan telur ayam ras.

Pemkab Simalungun berharap Gerakan Pangan Murah dapat membantu meringankan beban belanja rumah tangga, menjaga ketersediaan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (red/tam)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.