Header Ads


Harimau Sumatera Diduga Muncul di Kuta Saga Pakpak Bharat, Tim Gabungan Pasang Kamera Trap

Pakpak Bharat – Lintas Publik, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), TNI/Polri, Yayasan Tangguh Hutan Khatulistiwa, COP, pemerintah desa, dan masyarakat terus melakukan pemantauan terhadap kemunculan satwa liar yang diduga harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Desa Kuta Saga, Kecamatan Kerajaan.

BACA JUGA   Divana Adetama Sitohang, Mahasiswi UNIMED Tekuni Seni Tari, Budaya Nusantara dan Bisnis Kreatif

Harimau Sumatera Diduga Muncul di Kuta Saga Pakpak Bharat/ist
Pemantauan dilakukan setelah warga menemukan jejak yang diduga kuat merupakan jejak harimau di kawasan perladangan Sulampak, Desa Kuta Saga, pada Kamis, 17 September 2026. Pada hari yang sama, seekor sapi milik warga dilaporkan menjadi mangsa satwa buas tersebut.


Plt. Camat Kerajaan, Sondang M. Berutu, SE, mengatakan pihaknya bersama unsur terkait langsung melakukan koordinasi dan mengambil sejumlah langkah untuk memastikan keamanan masyarakat sekaligus mencegah terjadinya tindakan yang dapat membahayakan satwa dilindungi tersebut.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memasang sejumlah kamera trap di beberapa titik yang diduga menjadi jalur perlintasan satwa. Selain itu, tim juga melakukan pemantauan terhadap lokasi bangkai sapi yang sebelumnya ditinggalkan setelah dimangsa.

Menurut Sondang, keberadaan satwa yang dikenal sebagai predator puncak tersebut sempat terekam kamera pengintai ketika kembali mendatangi lokasi bangkai sapi. Namun, setelah dilakukan penelusuran selama beberapa hari, tim belum menemukan kembali keberadaan satwa tersebut di sekitar lokasi.

“Hari Kamis 17 September, kami menerima laporan adanya jejak-jejak harimau dilokasi perladangan Sulampak, Desa Kuta Saga. Dihari itu juga, ternyata hewan ini telah memangsa seekor sapi milik warga,” ujar Sondang.

Ia menegaskan, koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, BKSDA, kepolisian, dan TNI telah dilakukan sebagai langkah penanganan. Menurutnya, prioritas utama adalah mencegah terjadinya korban, baik terhadap masyarakat maupun satwa liar yang diduga harimau sumatera tersebut.

“Upaya yang kami lakukan pada dasarnya adalah mencegah korban. Jangan sampai ada masyarakat yang menjadi korban, dan juga mencegah pihak-pihak tertentu mencoba membunuh hewan ini. Bagaimanapun, hewan ini sangat dilindungi,” tegasnya.

Harimau Sumatera Satwa Dilindungi

Harimau sumatera merupakan satwa endemik Pulau Sumatra dan salah satu predator penting dalam ekosistem hutan. Harimau Bali dan harimau Jawa telah dinyatakan punah, sehingga keberadaan populasi harimau sumatera menjadi bagian penting dari upaya konservasi keanekaragaman hayati Indonesia.

Satwa ini memiliki wilayah jelajah yang luas dan dapat ditemukan di berbagai tipe habitat, mulai dari hutan dataran rendah, hutan hujan tropis hingga kawasan hutan pegunungan. Harimau juga dikenal sebagai perenang yang baik dan memiliki kemampuan bergerak cepat ketika mengejar mangsa.

Sebagai predator puncak dalam rantai makanan, keberadaan harimau berperan menjaga keseimbangan ekosistem. Populasi satwa mangsa seperti babi hutan dan herbivora lainnya turut dikendalikan secara alami sehingga keseimbangan vegetasi dan lingkungan hutan tetap terjaga.

Kemunculan satwa yang diduga harimau di Desa Kuta Saga menjadi perhatian serius karena wilayah tersebut juga beraktivitas sebagai kawasan perladangan masyarakat. Karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan tindakan sendiri apabila menemukan jejak maupun melihat langsung satwa tersebut.

Pemantauan bersama diharapkan dapat memastikan keberadaan satwa sekaligus membantu mengarahkan penanganan yang aman bagi masyarakat dan harimau. Upaya tersebut menjadi penting agar potensi konflik antara manusia dan satwa liar dapat dicegah tanpa mengabaikan aspek perlindungan terhadap satwa yang dilindungi. (red/tam/diskom)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.