Keberadaan Masih Belum Diketahui, Operasi SAR Pencarian Suami - Istri Korban Lakalantas Ditutup
Pakpak Bharat - Lintas Publik, Memasuki hari ketujuh pencarian korban kecelakaan lalu lintas tunggal di Dusun Buludidi, Desa Tanjung Mulia, Kabupaten Pakpak Bharat, tim gabungan resmi menutup operasi pencarian, meski kedua korban beserta kendaraan yang mereka tumpangi belum ditemukan.
BACA JUGA Gapura Tumbang di Pematangsiantar, Pengendara Motor Alami Luka Parah
![]() |
| Hari ke-7 Operasi SAR, Pencarian Suami - Istri Korban Laka Lantas di Pakpak Bharat Ditutup/ist |
Dalam operasi hari ketujuh, pencarian dilakukan dengan berbagai metode. Tim menggunakan drone untuk menyisir area dari Sikelang hingga Kedabuhen. Selain itu, pencarian juga dilakukan melalui jalur sungai menggunakan perahu karet (arung jeram) dari Lae Kedabuhen menuju Sikelang.
Upaya lain dilakukan dengan penyisiran sungai menggunakan perahu arung jeram dari Sikelang hingga Jembatan Lae Kombih guna memperluas area pencarian.
Namun, hingga akhir operasi hari ketujuh, keberadaan korban dan kendaraan masih belum berhasil ditemukan.
“Operasi SAR resmi ditutup hari ini setelah tujuh hari pencarian,” ujar pihak tim gabungan.
Meski demikian, pihak keluarga korban meminta perpanjangan waktu pencarian selama dua hingga tiga hari ke depan kepada tim gabungan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Pakpak Bharat, Augusman Harapan Padang, ST, M.Si, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Basarnas Medan terkait kemungkinan perpanjangan operasi.
“Perpanjangan operasi pencarian dapat dilakukan apabila ada permintaan dari pihak keluarga serta berdasarkan hasil assessment dari tim Basarnas,” jelas Augusman.
Saat ini, tim gabungan masih bersiaga di Posko I Lae Ikan sambil menunggu keputusan dan konfirmasi resmi dari Basarnas terkait kelanjutan operasi pencarian.
Diberitakan sebelumnya sebuah minibus jenis Inova uang ditumpangi sepasang suami istri, Rudi Simajuntak dan Risma Tumangger mengalami kecelakaan tunggal dan jatuh ke aliran sungai Lae Kombih pada Sernin, 30 Maret 2026 lalu. Hingga kini keberadaan kedua korban masih belum diketahui (hum/red/tam)





Tidak ada komentar