Header Ads


40 Tahun Mengabdi Sebagai Guru di Siantar, Encik Juntak Tutup Usia 91 Tahun

Siantar - Lintas Publik,  Kabar duka datang dari keluarga besar Sianipar. Gustaria Br. Simanjuntak, yang dikenal luas sebagai Encik Juntak atau Ibu Guru Naburju, telah meninggal dunia pada Kamis, 16 April 2026, dalam usia 91 tahun dirumahnya Jalan Toba, Kota Pematangsiantar.

BACA JUGA  Guru Guntur Sitohang, Maestro Gondang Batak dari Samosir yang Legendaris. INI Penerusnya

Encik Juntak Tutup Usia 91 Tahun/ist
Almarhumah adalah Ny. V.H. Sianipar, yang juga menyandang gelar adat Op. Mario Boru, dikenal sebagai sosok yang dihormati, penuh kasih, serta menjadi teladan di tengah keluarga dan masyarakat. sebagai seorang guru yang tegas dan penyayang.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, keluarga melaksanakan rangkaian adat Batak Saurmatua dengan tertib dan khidmat, yakni: Marria Raja: Sabtu, 18 April 2026, pukul 19.30 WIB Mompo & Adat Partuatna: Minggu, 19 April 2026, diawali ibadah bersama Jemaat HKBP Resort Pematangsiantar pukul 08.30 WIB

Pemakaman dilaksanakan pada : Senin, 20 April 2026, di Huta Sihailhail, Balige, Kabupaten Toba
Sebelum berpulang, almarhumah masih sempat mengikuti ibadah Perjamuan Kudus pada Rabu, 15 April 2026, yang menjadi momen penuh makna bagi keluarga.

Sosok Guru Sederhana yang Berdedikasi

Semasa hidupnya, Encik Juntak dikenal sebagai guru di SD Nasrani atau SD 1 YP HKBP Pematangsiantar yang mengabdi dengan penuh ketulusan dan tanggung jawab selama lebih dari 40 tahun lamanya.
 
Informasi menyebutkan, beliau hanya menerima gaji dari pemerintah tanpa tambahan dari pihak yayasan sebuah cerminan dedikasi tanpa pamrih dalam dunia pendidikan.

"Dia (Encik Juntak) menerima SK PNS tahun 1956 dari Pemerintah RI sebagai guru, dan pensiun sekitar tahun 1996. Lebih kurang 40 tahunlah Encik juntak mengajar," kata Bulus Sianipar, Rabu (22/4/2026) pagi, dan  membenarkan bahwa beliau hanya menerima gaji dari Pemerintah, dan tidak ada tambahan dari pihak Yayasan pada masa itu.

Tak hanya sebagai pendidik, almarhumah juga dikenal aktif dan produktif hingga usia lanjut. Bahkan di usia 90 tahun, ia masih berkebun, menanam sayuran, serta membersihkan lingkungan sekitar rumahnya.
Keseharian inspiratifnya kerap dibagikan melalui media sosial oleh keluarga, khususnya Bulus Sianipar, yang menginspirasi banyak orang untuk tetap produktif, bersyukur, dan setia dalam iman.

Teladan Hidup Penuh Iman dan Syukur


Encik Juntak mengajarkan nilai-nilai kehidupan sederhana namun mendalam: berdoa, beribadah, bernyanyi, dan senantiasa bersyukur atas anugerah Tuhan. Sosoknya menjadi inspirasi nyata bahwa usia bukan penghalang untuk tetap berkarya dan memberi dampak positif.

“Selamat jalan Encik Juntak, selamat jalan Ibu Guru Naburju,” tulis Bulus Sianipar melalui media sosial.

"Semoga proses acara adat encik berjalan lancar dari awal pertengahan Sampai akhir..diramoti {diberkati) Tuhan ." balas Megawati Pardede.

Warisan Berharga bagi Generasi Muda

Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam, namun juga warisan nilai kehidupan yang tak ternilai. Diyakini, para siswa yang pernah dididik oleh Encik Juntak kini tumbuh menjadi pribadi yang berdedikasi bagi bangsa dan negara. Bahkan kini Cucu Encik Juntak sudah ada yang mengabdi kepada negara membimbing mahasiswa yang itu Seorang Dosen di Kupang Nusa Tenggara  Timur (NTT). 

Bahkan mungkin saja siswanya sudah ada yang jadi Manager, Direktur, bisa juga sudah menjadi Jenderal.
“Terima kasih Encik Juntak, atas pengajaran hidup yang sederhana namun penuh makna. Semangatmu akan terus menginspirasi,” demikian ungkapan haru Tim Danau Toba Center. (red/tag)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.