Header Ads


Bupati Humbang Hasundutan Rakor Bersama Mendagri Bahas Pemulihan Pascabencana di Sumatera

Humbahas - Lintas Publik, Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH, MH mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam rangka pengecekan indikator pemulihan pemerintahan dan kemasyarakatan pascabencana di wilayah Sumatera. Rakor tersebut dilaksanakan secara video conference (vidcon), Jumat (9/1/2026).

BACA JUGA   Satu Rumah di Jalan Nias Siantar Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa, PT.STTC Turunkan 7 Personil

/ist
Bupati mengikuti rakor dari Ruang Rapat Perkantoran Bukit Inspirasi, Doloksanggul, didampingi Sekda Chiristison R. Marbun, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sabar Purba, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Martogi Purba, Asisten Administrasi Umum Jaulim Simanullang, Kalak BPBD Bernard Simamora, serta para pimpinan OPD terkait, di antaranya Kadis Sosial, Kadis Dukcapil, Kadis PKP, Kepala Bappelitbangda, Kadis Kominfo, Kadis Kesehatan, Kadis Kopenaker, dan jajaran staf lainnya.

Rakor ini turut diikuti Gubernur Aceh, Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Barat, serta para bupati dan wali kota dari daerah yang terdampak banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera. Mendagri Tito Karnavian secara langsung berdialog dengan para kepala daerah untuk mengevaluasi indikator pemulihan pemerintahan dan kehidupan sosial masyarakat pascabencana.

Dalam rakor tersebut, Mendagri mengecek berbagai sektor, mulai dari pelayanan pemerintahan dan layanan publik, fasilitas kesehatan seperti RSUD, puskesmas, dan klinik, sarana pendidikan dari PAUD hingga SMA/SMK, akses infrastruktur jalan, perekonomian daerah, hingga aktivitas sosial masyarakat termasuk rumah ibadah.

Bupati Humbang Hasundutan melaporkan bahwa secara umum pemerintahan dan pelayanan publik berjalan lancar. Namun, terdapat lima unit poskesdes yang rusak dan sementara pelayanan kesehatan dilakukan di rumah warga. Untuk sektor pendidikan, tercatat 11 unit sekolah mengalami kerusakan, terdiri dari 2 PAUD, 7 SD, dan 2 SMP, namun proses belajar mengajar tetap berlangsung dengan memanfaatkan ruang guru sebagai kelas sementara.

Sementara itu, kondisi infrastruktur jalan pada umumnya dapat dilalui, meski satu ruas jalan kabupaten sepanjang kurang lebih 3 kilometer mengalami amblas. Pemerintah daerah telah membuka jalan alternatif sepanjang sekitar 4 kilometer dengan progres 60 persen dan sudah dapat dilalui pejalan kaki, berdampak pada sekitar 800 jiwa. Mendagri juga mengingatkan agar Pemkab Humbang Hasundutan terus memperhatikan ketersediaan logistik bagi masyarakat terdampak bencana. (red/tam)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.