Bupati Batu Bara Tinjau Erosi Sungai dan Jembatan Hampir Putus di Laut Tador dan Kandangan
Batu Bara – Lintas Publik, Bupati Batu Bara, H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., melakukan peninjauan langsung ke lokasi sungai yang mengalami erosi dan mengancam rumah warga di Desa Tanjung Kasau, Kecamatan Laut Tador, pada Jumat (28/11/2025). Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut anggota DPRD, para pimpinan OPD, camat, dan para kepala desa.
BACA JUGA Banjir Bandang Hantam Desa Sialang, 510 Warga Sudah Mengungsi Lebih Dulu
![]() |
| Bupati Batu Bara Tinjau Erosi Sungai dan Jembatan Hampir Putus di Laut Tador dan Kandangan/ist |
Dalam kesempatan itu, Bupati Baharuddin menegaskan bahwa penanganan segera harus dilakukan, mengingat lokasi sungai berada tepat di perbatasan antara Kabupaten Batu Bara dan Kabupaten Simalungun. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Simalungun untuk membahas langkah penanganan terpadu.
“Karena kawasan ini berbatasan langsung dengan Simalungun, maka diperlukan koordinasi lintas daerah agar penanganan yang dilakukan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujar Bupati.
Solusi utama yang akan ditempuh pemerintah adalah melakukan penggalian untuk mengembalikan arus sungai ke alur semula. Upaya normalisasi ini dianggap sebagai langkah paling mendesak untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan memastikan arus sungai tidak kembali membelok ke arah permukiman.
Usai meninjau lokasi erosi, Bupati Batu Bara melanjutkan agenda lapangan dengan mengunjungi jembatan gantung di Desa Kandangan yang dilaporkan hampir putus. Kondisi jembatan tersebut sangat memprihatinkan karena merupakan akses utama masyarakat, termasuk jalur yang digunakan anak-anak menuju sekolah.
Bupati menegaskan bahwa perbaikan jembatan harus segera dilakukan karena kerusakan yang semakin parah dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan pengguna.
Pemerintah Kabupaten Batu Bara akan menindaklanjuti seluruh temuan di lapangan melalui dinas terkait untuk memastikan perbaikan dapat diselesaikan sesegera mungkin. Selain itu, koordinasi lintas wilayah juga akan diperkuat demi menjaga keselamatan masyarakat dan meminimalisir risiko kerusakan lingkungan. (red/tam)



Tidak ada komentar