Stasiun Liar, Anggota DPRD Nurlela dan Denny Awalnya Ngotot, Tiba-tiba Lembek
LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Saat Komisi I DPRD Siantar melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala Perizinan Esron Sinaga, mengenai Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2015, Esron tiba-tiba melembek saat anggota Komisi I mencecar Esron dengan maraknya stasiun liar tempat ngetemnya taksi-taksi.
Dimana, Denny Siahaan anggota Komisi I mempertanyankan stasiun liar tersebut telah mengganggu ketertiban masyarakat umum, dengan timbulnya permasalahan kemacetan yang kerap terjadi di inti kota.
"Tolong diberikan jawaban, mengenai izin operasional stasiun taksi-taksi tersebut. Ini jelas telah mengganggu,kenapa belum ditindak,"kata Denny.
Mendengar hal itu, Esron mengatakan hanya menerbitkan izin penjualan tiket penumpang kepada perusahaan-perusahaan transportasi. Lebih dari situ, merupakan kewenangan Dinas Perhubungan dan Satpol PP dalam menindaknya.
Mendapat jawaban "bersayap", Denny merunut jawaban-jawaban Esron Sinaga sejak RDP dilangsunkan.
"Sebelum ini, bapak tegas menjawab soal papan reklame yang tak berizin untuk ditertibakan dan juga cafe-cafe yang menjual minuman beralkohol akan ditertiban. Tapi kenapa, ketika kami tanya mengenai stasiun Intra,Nice Trans, Raja Trans, Paradep yang jelas-jelas menyalahi bapak tidak tegas menjawabnya. Ini kenapa,"tanya Denny penuh heran.
Ketua Komisi I DPRD Siantar Nurlela Sikumbang turut menimpali pertanyaan Denny. Seakan mendesak, Nurlela meminta kepastian apa tindakan yang akan dilakukan.
"Jawaban bapak dari tadi tegas-tegas saja. Tapi,soal ini bapak seakan hati-hati dan irit,"kata Nurlela.
Esron lagi-lagi mengatakan masih perlu mengundang instansi terkait membicarakan. Karena ini menyangkut kebijakan dan perlu diputus oleh Pj Walikota.
Tak puas dengan jawaban yang diberikan oleh Esron, Ketua Komisi I Nurlela sampai-sampai menskors RDP karena mengaku pusing.
"Kita skors sajalah, pusing aku mendengar jawaban bapak Esron,"katanya.
Tak berapa lama, tiba-tiba Esron menjumpai dua anggota Komisi I Denny Siahaan dan Nurlela yang ngotot soal ini.
Tak ingin menguping, wartawan ini mencoba mengambil jarak, yang ketiganya berbicara pelan dan sangat berdekatan.
Tak tahunya, setelah skors dicabut, Nurlela dan Denny yang tadinya ngotot tiba-tiba ikut melembek juga.
Pengantar saat skor dicabut, Ketua Komisi I Nurlela Sikumbang setuju perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut dengan instansi lain dan Satuan Lalu Lintas.
Tak ada juga, lontaran pertanyaan yang sama dari Denny Siahaan mengenai stasiun liar tersebut.
Penulis : franki
Editor : tagor
Dimana, Denny Siahaan anggota Komisi I mempertanyankan stasiun liar tersebut telah mengganggu ketertiban masyarakat umum, dengan timbulnya permasalahan kemacetan yang kerap terjadi di inti kota.
"Tolong diberikan jawaban, mengenai izin operasional stasiun taksi-taksi tersebut. Ini jelas telah mengganggu,kenapa belum ditindak,"kata Denny.
Mendengar hal itu, Esron mengatakan hanya menerbitkan izin penjualan tiket penumpang kepada perusahaan-perusahaan transportasi. Lebih dari situ, merupakan kewenangan Dinas Perhubungan dan Satpol PP dalam menindaknya.
Mendapat jawaban "bersayap", Denny merunut jawaban-jawaban Esron Sinaga sejak RDP dilangsunkan.
"Sebelum ini, bapak tegas menjawab soal papan reklame yang tak berizin untuk ditertibakan dan juga cafe-cafe yang menjual minuman beralkohol akan ditertiban. Tapi kenapa, ketika kami tanya mengenai stasiun Intra,Nice Trans, Raja Trans, Paradep yang jelas-jelas menyalahi bapak tidak tegas menjawabnya. Ini kenapa,"tanya Denny penuh heran.
Ketua Komisi I DPRD Siantar Nurlela Sikumbang turut menimpali pertanyaan Denny. Seakan mendesak, Nurlela meminta kepastian apa tindakan yang akan dilakukan.
"Jawaban bapak dari tadi tegas-tegas saja. Tapi,soal ini bapak seakan hati-hati dan irit,"kata Nurlela.
Esron lagi-lagi mengatakan masih perlu mengundang instansi terkait membicarakan. Karena ini menyangkut kebijakan dan perlu diputus oleh Pj Walikota.
Tak puas dengan jawaban yang diberikan oleh Esron, Ketua Komisi I Nurlela sampai-sampai menskors RDP karena mengaku pusing.
"Kita skors sajalah, pusing aku mendengar jawaban bapak Esron,"katanya.
Tak berapa lama, tiba-tiba Esron menjumpai dua anggota Komisi I Denny Siahaan dan Nurlela yang ngotot soal ini.
Tak ingin menguping, wartawan ini mencoba mengambil jarak, yang ketiganya berbicara pelan dan sangat berdekatan.
Tak tahunya, setelah skors dicabut, Nurlela dan Denny yang tadinya ngotot tiba-tiba ikut melembek juga.
Pengantar saat skor dicabut, Ketua Komisi I Nurlela Sikumbang setuju perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut dengan instansi lain dan Satuan Lalu Lintas.
Tak ada juga, lontaran pertanyaan yang sama dari Denny Siahaan mengenai stasiun liar tersebut.
Penulis : franki
Editor : tagor





Tidak ada komentar