Sambut Paskah, Ada Asap Keluar dari Kuburan Kampung Kristen Siantar
LINTAS PUBLIK – SIANTAR, Dalam menyambut hari Paskah yang jatuh pada 27 – 28 Maret 2016, banyak masyarakat yang berjiarah kekuburan, demikian juga hal ini terlihat di kota Pematangsiantar pada Jumat ( 25/3/2016).
Kuburan (Pemakaman) orang kristen maupun Katholik ramai dikunjungi para pejiarah. Demikian halnya terlihat di pemakaman kampung Kristen kelurahan Kristen Pematangsiantar, Pada perayaan Jumat Agung ratusan pejiarah memadati pemakaman yang sudah ada sejak jaman Belanda ini.
Tapi ada hal yang menarik pemandangan dilokasi pekuburan ini, tepatnya di sekitar jalan Parsoburan dan jalan Laguboti Pematangsiantar, ada beberapa dari kuburan terlihat mengeluarkan asap.
Tapi jangan berpikir hal aneh dulu, kuburan-kuburan yang mengeluarkan asap ini bukan ada yang membuat acara mistik, atau asap yang menimbulkan misteri. Adapun akibat asap-asap ini keluar dari kuburan-kuburan itu diakibatkan adanya pembakaran sampah di lokasi kuburan.
Pembakaran sampah bekas rerumputan kuburan (sehabis dibersihkan) ini menjadi hal biasa, karena sampah-sampah yang menumpuk diareal pekuburan ini dibersihkan oleh keluarga masing-masing pejiarah.
“Sudah biasalah itu bang, namanya juga jiarah, kalau rumputnya sudah banyak, malas mengeluarkan dari tempat, jadi membersihkan di tempat atau kuburan masing-masing, walaupun harus membakar sampah diatas kuburan keluarganya sendiri,”kata D. Napitupulu, sambil menjelaskan para pejiarah tetap sportif tidak membuang sampah atau rumput ke kuburan lainnya.
Penulis : tagor
editor : tagor
| Asap Keluar dari pekuburan di Pemakaman Kristen jalan Pasoburan Pematangsiantar |
Tapi ada hal yang menarik pemandangan dilokasi pekuburan ini, tepatnya di sekitar jalan Parsoburan dan jalan Laguboti Pematangsiantar, ada beberapa dari kuburan terlihat mengeluarkan asap.
Tapi jangan berpikir hal aneh dulu, kuburan-kuburan yang mengeluarkan asap ini bukan ada yang membuat acara mistik, atau asap yang menimbulkan misteri. Adapun akibat asap-asap ini keluar dari kuburan-kuburan itu diakibatkan adanya pembakaran sampah di lokasi kuburan.
Pembakaran sampah bekas rerumputan kuburan (sehabis dibersihkan) ini menjadi hal biasa, karena sampah-sampah yang menumpuk diareal pekuburan ini dibersihkan oleh keluarga masing-masing pejiarah.
“Sudah biasalah itu bang, namanya juga jiarah, kalau rumputnya sudah banyak, malas mengeluarkan dari tempat, jadi membersihkan di tempat atau kuburan masing-masing, walaupun harus membakar sampah diatas kuburan keluarganya sendiri,”kata D. Napitupulu, sambil menjelaskan para pejiarah tetap sportif tidak membuang sampah atau rumput ke kuburan lainnya.
Penulis : tagor
editor : tagor




Tidak ada bobok ini berita
BalasHapus