Siantar Tujuan Wisata, Karakter Masyarakat Harus Dirubah
LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Kota Pematangsiantar harus menjadi destinasi (tujuan wisata) bukan malah dijadikan sekedar transit atau singgah semata, khususnya para wisatawan yang akan lintas ke Danau Toba, Parapat atau Pulau Samosir. Jika sifatnya sekedar singgah, tentu tak banyak memberikan kontribusi terhadap masyarakat maupun Pemko Pematangsiantar. Padahal, letak Kota Pematangsiantar yang strategis dan persis berada di gerbang wisata sangat berpeluang besar jadi tujuan wisata.
Tampil sebagai pembicara dalam kegiatan yang dipandu Dosen Fakultas Hukum Universitas Simalungun Januarison Saragih SH,MH ini, Penjabat Walikota Drs.Jumsadi Damanik SH,M.Hum, Manager Taman Hewan Nanda Suhaeni, Pengelola Museum Simalungun Drs. Jomen Purba, Pembina Komunitas Becak Siantar Erizal Ginting, Ketua Komisi I DPRD Nurlela Sikumbang serta Kadisporabudpar Dra.Fatimah Siregar.
Guna menopang destinasi wisata tersebut menurut Pj Walikota, berbagai infrastruktur harus dipersiapkan, antara lain penataan lokasi wisata, kondusifitas atau keamanan, souvenir (oleh-oleh), kuliner, hiburan (kesenian), perhotelan, transportasi dan sebagainya. Sayangnya wisatawan yang berkunjung ke Pematangsiantar masih sebatas domestik, masih jarang dari manca negara.
“Ini menjadi tantangan bagi kita jika kita komit menjadikan Pematangsiantar jadi tujuan wisata,”ujar Walikota.
“Tetapi perlu kita ingat bahwa karakter manusianya, pelayan hotelnya, pelayan kulinernya harus juga dirubah pola pikirnya. Bagaimana mungkin orang mau datang, jika karakter masyarakat kita, khususnya yang bergerak di sektor pariwisata tak bersikap ramah. Belum lagi soal kejujuran, yang sering jadi masalah bagi dunia kepariwisataan kita. Semua ini butuh kerjasama semua pihak termasuk kepolisian yang menjadi andalan kita di bidang keamanan,”ujar Nanda.
Kegiatan ini menurut Kadispora, Fatimah Siregar digelar guna mensosialisasikan pengembangan wisata kepada masyarakat melalui elemen-elemen yang sengaja diundang, yakni para praktisi pendidikan, kalangan perbankan, travel, perhotelan, pengelola restoran, pengamat dan pelaku budaya, organisasi pemuda dan masyarakat lainnya.
“Kita tidak mungkin bisa kerja sendiri dalam membangun Pematangsiantar menjadi destinasi wisata, tetapi harus melibatkan semua pihak,"ucapnya
Penulis : franki
Editor : tagor
Tampil sebagai pembicara dalam kegiatan yang dipandu Dosen Fakultas Hukum Universitas Simalungun Januarison Saragih SH,MH ini, Penjabat Walikota Drs.Jumsadi Damanik SH,M.Hum, Manager Taman Hewan Nanda Suhaeni, Pengelola Museum Simalungun Drs. Jomen Purba, Pembina Komunitas Becak Siantar Erizal Ginting, Ketua Komisi I DPRD Nurlela Sikumbang serta Kadisporabudpar Dra.Fatimah Siregar.
Guna menopang destinasi wisata tersebut menurut Pj Walikota, berbagai infrastruktur harus dipersiapkan, antara lain penataan lokasi wisata, kondusifitas atau keamanan, souvenir (oleh-oleh), kuliner, hiburan (kesenian), perhotelan, transportasi dan sebagainya. Sayangnya wisatawan yang berkunjung ke Pematangsiantar masih sebatas domestik, masih jarang dari manca negara.
“Ini menjadi tantangan bagi kita jika kita komit menjadikan Pematangsiantar jadi tujuan wisata,”ujar Walikota.
“Tetapi perlu kita ingat bahwa karakter manusianya, pelayan hotelnya, pelayan kulinernya harus juga dirubah pola pikirnya. Bagaimana mungkin orang mau datang, jika karakter masyarakat kita, khususnya yang bergerak di sektor pariwisata tak bersikap ramah. Belum lagi soal kejujuran, yang sering jadi masalah bagi dunia kepariwisataan kita. Semua ini butuh kerjasama semua pihak termasuk kepolisian yang menjadi andalan kita di bidang keamanan,”ujar Nanda.
Kegiatan ini menurut Kadispora, Fatimah Siregar digelar guna mensosialisasikan pengembangan wisata kepada masyarakat melalui elemen-elemen yang sengaja diundang, yakni para praktisi pendidikan, kalangan perbankan, travel, perhotelan, pengelola restoran, pengamat dan pelaku budaya, organisasi pemuda dan masyarakat lainnya.
“Kita tidak mungkin bisa kerja sendiri dalam membangun Pematangsiantar menjadi destinasi wisata, tetapi harus melibatkan semua pihak,"ucapnya
Penulis : franki
Editor : tagor





Tidak ada komentar