Pilkada Simalungun Diwarnai DPT yang Tidak Akurat
LINTAS PUBLIK-SIMALUNGUN, Selain mengkritisi partisipasi pemilih yang diprediksi rendah,karena kurangnya sosialisasi terkait Pilkada susulan di Kabupaten Simalungun,Bawaslu RI juga menyoroti kurang akuratnya Daftar Pemilih Tetap ( DPT).
Hal itu dikatakan Anggota Bawaslu RI,Ir Nelson Simanjuntak usai meninjau pelaksanaan Pilkada di berbagai Tempat Pemungutan Suara (TPS), Rabu (10/02/2016)
Dirinci Nelson, saat melakukan peninjauan di desa Rambung Merah TPS 7 Kecamatan Siantar, dari 415 jumlah DPTnya, ditemukan 100 orang yang tidak memenuhi syarat dalam hal ini meninggal,pindah domisili serta tidak dikenal.
Meskipun begitu, dari pantauan dirinya bersama rekan-rekannya yang lain, Bawaslu RI, menaruh rasa simpati terhadap petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang terdapat di TPS (Tempat Pemungutan Suara). Disebabkan, para KPPS yang dipantau Bawaslu, menandai pemilih yang sudah meninggal, pindah dan pemilih yang tidak dikenal.
“Kita sangat menghargai upaya KPPS yang menandai pemilih yang sudah pindah, tidak dikenal dan pemilih yang sudah meninggal dari DPT yang ada,” katanya.
Hanya saja,untuk detik ini,pihaknya bersama Bawaslu Provinsu Sumut dan Panwaslih Simalungun belum ada menemukan atau menerima laporan terhadap penyimpangan dari DPT yang tidak akurat itu.
Penulis : franki
Editor : tagor
Hal itu dikatakan Anggota Bawaslu RI,Ir Nelson Simanjuntak usai meninjau pelaksanaan Pilkada di berbagai Tempat Pemungutan Suara (TPS), Rabu (10/02/2016)
Dirinci Nelson, saat melakukan peninjauan di desa Rambung Merah TPS 7 Kecamatan Siantar, dari 415 jumlah DPTnya, ditemukan 100 orang yang tidak memenuhi syarat dalam hal ini meninggal,pindah domisili serta tidak dikenal.
Meskipun begitu, dari pantauan dirinya bersama rekan-rekannya yang lain, Bawaslu RI, menaruh rasa simpati terhadap petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang terdapat di TPS (Tempat Pemungutan Suara). Disebabkan, para KPPS yang dipantau Bawaslu, menandai pemilih yang sudah meninggal, pindah dan pemilih yang tidak dikenal.
“Kita sangat menghargai upaya KPPS yang menandai pemilih yang sudah pindah, tidak dikenal dan pemilih yang sudah meninggal dari DPT yang ada,” katanya.
Hanya saja,untuk detik ini,pihaknya bersama Bawaslu Provinsu Sumut dan Panwaslih Simalungun belum ada menemukan atau menerima laporan terhadap penyimpangan dari DPT yang tidak akurat itu.
Penulis : franki
Editor : tagor





Tidak ada komentar