Header Ads


Dicabuli 10 Tahun Lalu, Gadis Ini Baru Melapor Sekarang

LINTAS PUBLIK - SIANTAR,  Seorang gadis remaja mengaku telah dicabuli The Pau Kea (56), seorang kakek yang juga tetangganya saat korban masih berusia lima tahun.

Kasus ini baru terungkap sepuluh tahun kemudian saat korban bercerita kepada ibunya berinsial E. Korban mengaku tak tahan lagi dengan sikap pelaku yang merupakan warga Jalan Wahidin, Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Ditemui hendak membuat pengaduan di Mapolres Pematangsiantar, Selasa (2/2/2016) malam, E mengatakan, aksi bejat pelaku berawal ketika putrinya yang kala itu masih berusia lima tahun bermain petak umpet dengan salah seorang putri pelaku di depan rumah pelaku.

ilustrasi cabul
Pelaku kemudian menarik korban masuk ke rumah, lalu mencabulinya. Meski kejadian itu berlangsung hingga beberapa kali, namun putrinya yang masih polos tak mau mengungkapkannya kepada keluarga.


Dua minggu lalu, korban yang sudah beranjak remaja pulang ke Pematangsiantar, karena memang selama ini dia bersekolah di Medan.

Melihat kedatangan korban di warung tempat ibunya berjualan, pelaku kemudian mendatangi warung dan berkali-kali melirik korban. Korban yang sudah trauma dengan perbuatan pelaku berusaha menahan diri untuk tak mengadu kepada orangtuanya.

Merasa aksinya tak tercium orangtua korban, The Pau Kia semakin berani dan meminta agar korban tidak melupakan perbuatannya dahulu.

"Paling menyakitkan, pelaku bilang ke anakku jangan lupa ya, nanti Om yang megang-megang seperti dulu," kata E meniru ucapan putrinya.

Tak sanggup lagi menahan perasaannya dan takut kejadian serupa kembali terulang, korban pun menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada sang ibu. Korban mengaku pernah dicabuli The Pau Kian saat gadis itu berusia lima tahun.

Mendengar pengakuan sang anak, E sangat kaget. Apalagi aksi amoral itu dilakukan lebih dari tiga kali di rumah The Pau Kia.

"Lebih dari tiga kali dia melakukan pelecehan. Semuanya dilakukan di ruang TV, di kamar anaknya dan di kamarnya saat kondisi rumah sepi," ungkap Eva.

Modusnya, pelaku mengajak korban ke dalam rumah, lalu mencabulinya. Setelah itu, pelaku yang dulunya berdagang ikan hias ini memberikan ikan hias agar korban tutup mulut.

"Saat dengar cerita putriku, sempat aku shock. Soalnya selama ini kami menganggap The Pau Kia sebagai saudara sendiri," ujar E.

E sempat menemui The Pau Kia untuk mempertanyakan kebenaran cerita putrinya.

"Dia sudah mengakui perbuatannya. Katanya samaku, maaflah, Kak, aku sudah melecehkan anakmu, bagaimanalah kita bikin yang terbaik," kata E meniru ucapan pelaku.

Lapor polisi

Merasa harga dirinya dan putrinya dilecehkan, Eva tak menerima maaf The Pau Kia dan memilih membawa kasus ini ke ranah hukum.

"Saya mau dia dihukum karena sudah melecehkan dan membuat trauma anakku. Udah sering kejadian cabul menimpa anak-anak sampai ada tega pelaku membunuhnya. Aku takut itu nanti menimpa anakku," tutur E dengan nada cemas.

Sementara itu, Kapolres Pematangsiantar AKBP Dodi Darjanto mengatakan, pihaknya sudah menerima pengaduan E.

"Laporan belum resmi kita terima. Masih pengaduan masyarakat karena menunggu hasil visum keluar," kata Dodi.

Pelaku menghilang

Sejak diketahui perbuatan cabulnya, The Pau Kia menghilang sejak dua minggu terakhir. Hal itu terungkap melalui putra sulung pelaku, Je, saat ditemui di Jalan Wahidin, Pematangsiantar, Rabu (3/2/2016).

"Tak tahu Bapak kemana pergi. Ditelepon pun tak pernah aktif nomor hp-nya. Kami pun sudah mencari- cari tapi tak pernah jumpa," terang Je.

Je menyarankan agar wartawan datang kembali ke rumahnya malam hari.

"Coba nanti malam sajalah datang mana tahu sudah pulang," tambahnya.

Je pun mengaku heran belakangan ini rumah mereka sering didatangi seorang ibu mencari ayahnya.

"Ada ibu-ibu mencari ayahku. Tapi aku tak tahu masalahnya apa. Soalnya, ayahku tak mau cerita samaku dan ibuku," terang Je yang mengaku anak sulung dari dua bersaudara.


Editor   : tagor
Sumber : kompas

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.