Atlet Gulat Siapkan Fisik dan Stamina
LINTAS PUBLIK - MEDAN ,Atlet gulat yang telah lolos Pekan Olahraga Nasional (PON) mempersiapkan diri sebelum bulan September. Satu diantaranya ialah Muhammmhad Husaini Barus.
Atlet gulat kelas 65 kg gaya bebas ini mengatakan, delapan bulan sebelum PON ia fokus latihan fisik dan stamina. Caranya ialah dengan jogging di pagi dan sore hari.
"Aku jogging biasanya sejauh 4,2 kilometer atau 5 kilometer dengan waktu 30 menit. Jadi 1 kilometer itu kurang lebih 6 menit. Namun waktunya akanbterus ditingkatkan," katanya, Minggu (24/1/2016).
Ia mengatakan selama masa latihan tersebut ia belum pernah mengalami keseleo atau luka berat. Ia hanya mengalami cedera ringan karena kurang pemanasan.
"Sampai saat ini kami belum memiliki pelatih atlet gulat secara tetap karena masuh menunggu arahan dari KONI Sumut. Saat ini kami hanya dilatih oleh pelatih sementara yaitu pak Ardat Subroto mantan pelatih PPLM dan pak Daslan Gultom pelatih PPI," katanya.
Pelatih sementara, Ardat Subroto mengatakan, latihan yang ia ajarkan lebih fokus ke fisik dan stamina. Hal itu sangat penting karena dalam lomba dua bagian itu menjadi faktor penentu kemenangan atlet.
Ia menjelaskan, setiap atlet harus memiliki fisik dan stamina yang kuat agar bisa bertanding hingga ronde pertandingan selesai. Oleh karena itu mulai sejak sekarang atlet harus dilatih semaksimal mungkin.
Terkait Surat Keputusan (SK) yang belum keluar dari KONI Sumut, ia mengatakan berinisiatif untuk melatih atlet gulat. Ia melatih atlet bukan berdasarkan perintah seseorang.
"Saya dan Pak Daslan melatih adik-adik atlet ini kan karena inisiatif. Kami merasa sangat perihatin dan mau menolong atlet gulat ini," katanya.
Ia mengatakan, hingga saat ini atlet gulat Sumut yang telah lolos PON tetap menggelar latihan dari hari Senin hingga Sabtu. Sedangkan hari Minggu atlet diliburkan.
Dalam sehari atlet latihan dua kali yakni pagi dan sore. Untuk pagi hari latihan mulai pukul 06.30 WIB sampai 07.30 WIB. Sedangkan untuk sore hari latihan dari pukul 16.00 WIB sampai 18.00 WIB.
"Ya saat ini kami masih latihan ringan. Itu karena belum memiliki pelatih tetap dan sistem pelatihannya belum terpusat," katanya.
Editor : tagor
Sumber : tribunmedan
Atlet gulat kelas 65 kg gaya bebas ini mengatakan, delapan bulan sebelum PON ia fokus latihan fisik dan stamina. Caranya ialah dengan jogging di pagi dan sore hari.
![]() |
| Muhammad Husaini Barus (baju merah) atlet Sumut yang lolos PON akan bermain di kelas 65 kg gaya bebas, saat bertanding di Pra PON. |
Ia mengatakan selama masa latihan tersebut ia belum pernah mengalami keseleo atau luka berat. Ia hanya mengalami cedera ringan karena kurang pemanasan.
"Sampai saat ini kami belum memiliki pelatih atlet gulat secara tetap karena masuh menunggu arahan dari KONI Sumut. Saat ini kami hanya dilatih oleh pelatih sementara yaitu pak Ardat Subroto mantan pelatih PPLM dan pak Daslan Gultom pelatih PPI," katanya.
Pelatih sementara, Ardat Subroto mengatakan, latihan yang ia ajarkan lebih fokus ke fisik dan stamina. Hal itu sangat penting karena dalam lomba dua bagian itu menjadi faktor penentu kemenangan atlet.
Ia menjelaskan, setiap atlet harus memiliki fisik dan stamina yang kuat agar bisa bertanding hingga ronde pertandingan selesai. Oleh karena itu mulai sejak sekarang atlet harus dilatih semaksimal mungkin.
Terkait Surat Keputusan (SK) yang belum keluar dari KONI Sumut, ia mengatakan berinisiatif untuk melatih atlet gulat. Ia melatih atlet bukan berdasarkan perintah seseorang.
"Saya dan Pak Daslan melatih adik-adik atlet ini kan karena inisiatif. Kami merasa sangat perihatin dan mau menolong atlet gulat ini," katanya.
Ia mengatakan, hingga saat ini atlet gulat Sumut yang telah lolos PON tetap menggelar latihan dari hari Senin hingga Sabtu. Sedangkan hari Minggu atlet diliburkan.
Dalam sehari atlet latihan dua kali yakni pagi dan sore. Untuk pagi hari latihan mulai pukul 06.30 WIB sampai 07.30 WIB. Sedangkan untuk sore hari latihan dari pukul 16.00 WIB sampai 18.00 WIB.
"Ya saat ini kami masih latihan ringan. Itu karena belum memiliki pelatih tetap dan sistem pelatihannya belum terpusat," katanya.
Editor : tagor
Sumber : tribunmedan





Tidak ada komentar