Header Ads


Peduli Pendidikan Berkarakter, Soposurung Dapat Penghargaan dari Menteri Pendidikan

TB . Silalahi   : Siantar Juga Pasti Bisa

LINTAS PUBLIK – JAKARTA,  Kemendikbud pada Jumat (11/12/2015) memberikan Anugerah Peduli Pendidikan (APP) 2015. Penghargaan itu diberikan kepada institusi pemerintah, swasta, hingga perorangan yang dinilai ikut mengembangkan dunia pendidikan. Total, ada 22 penerima penghargaan tersebut. Perinciannya, 7 kelompok individu, 8 kelompok media, 3 kelompok organisasi nirlaba, serta instansi pemerintah daerah dan perusahaan –masing-masing mendapat 2 penghargaan.

Organisasi nirlaba seperti Yayasan Soposurung dinilai bisa menjadi contoh bentuk kolaborasi yang cukup baik antara institusi swasta dan pemerintah. Sebab, yayasan tersebut menaungi sebuah asrama yang menjadi satu dengan SMAN 2 Balige, Toba Samosir.

TB. Silalahi saat memberikan kata sambutan seusai menerima penghargaan peduli pendidikan
oleh menteri Pendidikan dan Kebudayaan Aniez Bawesdan
Ketua Dewan Pembina Yayasan Soposurung T.B. Silalahi datang langsung untuk menerima penghargaan itu dari Mendikbud Anies Baswedan. Dia mengatakan, pendidikan karakter menjadi penekanan di yayasannya.

Salah satu pendidikan karakter yang ditanamkan di yayasan itu adalah kedisiplinan. Siswa yang ditempatkan dalam asrama harus bangun pada pukul 04.30. Kemudian, siswa menjalani sekolah formal. Setelah jam sekolah selesai, mereka mengikuti ekstrakurikuler di asrama.

Salah satu pendidikan karakter yang ditanamkan di yayasan itu adalah kedisiplinan. Siswa yang ditempatkan dalam asrama harus bangun pada pukul 04.30. Kemudian, siswa menjalani sekolah formal. Setelah jam sekolah selesai, mereka mengikuti ekstrakurikuler di asrama.

"Pendidikan bukan saja tanggung jawab negara, secara konstitusional ada di tangan pemerintah, tetapi secara moral adalah tanggung jawab setiap orang," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, di Gedung Ki Hadjar Dewantara, Kemendikbud, Senayan Jakarta, Jumat.

Anies mengatakan apresiasi ini diberikan bagi orang-orang yang berkontribusi untuk pendidikan, tak hanya mereka yang berkecimpung di dunia pendidikan tradisional atau sekolah, tetapi juga di luar itu.

"Untuk memajukan pendidikan Indonesia diperlukan kerja kolektif," ujar dia lagi.

Anugerah Peduli Pendidikan adalah bentuk apresiasi untuk pihak yang telah berkontribusi dalam bidang pendidikan.

Menteri Pendidikan Aniez Bawesdan saat memberikan penghargaan
kepada TB. Silalahi dari yayasan Soposurung Toba Samosir


Penghargaan Anugerah Peduli Pendidikan (APP) 2015 untuk kategori media juga diberikan untuk Explore Indonesia, Kompas TV (Program Acara Media Televisi Sub Kategori Informasi), Olimpiade Indonesia Cerdas, RTV (Program Acara Media Televisi Sub Kategori Permainan dan Pencarian Bakat), Adit & Sopo Jarwo, MNC TV (Program Acara Media Televisi Sub Kategori Film dan Animasi).

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada rri.co.id (Konten Berita Media Online Komplemen), Kompas (Konten Berita Media Cetak Harian Nasional), Pikiran Rakyat (Konten Berita Media Cetak Harian Daerah) dan majalah Gatra (Konten Berita Media Cetak Mingguan).

Tahun ini, usulan calon penerima APP melibatkan masyarakat lewat aplikasi formulir daring yang disebarluaskan lewat media sosial serta laman resmi Kemendikbud.

Penghargaan Anugerah Peduli Pendidikan telah diselenggarakan sejak 2010 ini, memberikan sebanyak 22 penghargaan untuk lima kelompok kategori, yakni perusahaan, pemerintah daerah, organisasi nirlaba dan kelompok masyarakat, individu serta media.

Penghargaan untuk kategori Perusahaan diberikan kepada perusahaan BUMN Petrokimia Gresik dan perusahaan swasta Shafira Coorporation.

Kota Padang, Sumatera Barat, dan Kabupaten Lanny Jaya, Papua meraih penghargaan untuk kategori pemerintah daerah.

Penghargaan untuk organisasi nirlaba dan kelompok masyarakat jatuh pada Yayasan Soposurung, Forum Taman Bacaan Masyarakat dan Komunitas Ngejah.

Sementara itu, penghargaan untuk kategori individu diberikan untuk Ranu Iskandar dan Mustakim (Kreativitas Pendidikan), Arwahyu Sugito (Inovator Teknologi Pendidikan), Deni Ranoptri dan Agus Dwianto (Blogger), serta Fetty Diana Sari dan Rotua Connydio Simanjuntak (Pendidikan Daerah 3T).

Di tengah keringnya pendidikan karakter di sekolah, Yayasan Soposurung yang berkolaborasi dengan SMAN 2 Balige, Toba Samosir, Sumut, mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Yayasan yang dibentuk Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) 1993–1998 Tiopan Bernhard Silalahi itu dinilai peduli terhadap pendidikan masyarakat.

“Kita bersyukur, semoga penghargaan ini dapat menginspirasi sekolah - sekolah yang ada di Indonesia, apalagi kota kelahiran ku, Siantar pasti bisa,” kata TB. Silalahi kelahiran Pematangsiantar ini kepada lintaspublik.com , Sabtu (12/12/2015) melalui surat elektroniknya, menginginkan kota kelahirannya dapat juga menjadi sekolah - sekolah yang berbasis pendidikan berkarakter.




Penulis   : tagor
Sumber    : berbagai sumber

1 komentar:

  1. Selamat Buat Bpk.T.B...,hal Yang luar Biasa...,di zaman sekarang Orang berupaya mengembangkan pendidikan untuk keuntungan...,namun Yayasan Soposurung malah sebaliknya...,semoga hal ini bisa kami contoh dan diteladani untuk membangun SDM demi kejayaan republik ini...R.S

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.