Header Ads


Jago PDIP, PKB, Nasdem Berjaya Nasib Andalan Golkar Bagaimana?

PILKADA Serentak telah berlangsung Rabu  dengan diikuti 264 daerah. Partisipasi masyarakat memang hanya 60 % , tetapi yang penting berjalan aman dan damai. Meski baru hitungan quick count sejumlah parpol merasa bangga akan hasil perolehannya. PDIP mengklaim menang di 160 daerah, PKB 140 daerah dan Nasdem 129 daerah. Bagaimana dengan Golkar? Targetnya sih 55 %, tapi hanya dapat 25 %, karena ada kader elitnya terlibat “papa minta saham” sih.
Pilkada langsung itu keputusan di tangan rakyat, bukan DPRD. Karenanya publik figur sangat menentukan. Partai pendukung memang ada juga pengaruhnya, tapi tak seberapa besar. Kalaupun partai itu dibutuhkan calon, karena UU mensyaratkan bahwa jago bukan independent harus punya kendaraan politik. Dan parpol pun pada umumnya, mendukung jagonya tergantung seberapa besar si calon “berkontribusi” keuangan pada kendaraan politiknya.
Meski baru hitungan quick count, sejumlah parpol telah mengklaim menang dengan sejuta rasa bangga. PDIP misalnya, jagonya menang di 160 daerah, PKB 140 daerah, Nasdem 129 daerah. Bagaimana dengan  jago Partai Golkar? Dari kader-kadernya yang bertarung di 50 daerah, hanya peroleh kemengaan 25 %, atau sekitar 12 daerah.
Surya Paloh Ketum Nasdem beranggapan, kasus korupsi yang melibatkan anggota DPR Patrice Rico Capella ternyata kagak ngaruh dalam Pilkada. Itu karena Nasdem tak mengklaim, suara Nasdem suara rakyat. Tapi Golkar yang menyatakan “suara Golkar suara rakyat”, kena batunya gara-gara Wakil Ketuanya yang juga Ketua DPR, terlibat “papa minta saham”. Kasihan memang, yang berulah Wakil Ketua Golkar, di daerah kadernya terkena imbasnya.
Rakyat memang hanya punya cara itu untuk menghukum parpol yang mengecewakan konstituennya. Sudah jelas bukti-bukti rekaman itu semakin menelanjangi, tapi Setyo Novanto tak mau mundur juga. Aburizal Bakrie yang membela mati-matian, menjadikan rakyat di bawah muak. Akibatnya, banyak pemilih yang tak peduli dengan jagonya Golkar. Mungkin rakyat menggerutu: makan tuh saham!.


Editor       : tagor
Sumber    : poskota

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.