Header Ads


Terkait Meninggalnya Balita di RSVI, Dokter Susanti Memenuhi Prosedur dan Tidak Ada Sanksi

LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Meninggalnya Maria Khesya br Panjaitan seorang balita berusia 3 tahun 8 bulan,yang merupakan pasien Rumah Sakit Vita Insani,dimana keluarga korban menuding dr Susanti sebagai penyebab, karena terlambat menangani korban, disikapi serius oleh RSVI.
Melalui humasnya Choki Pardede,SH,Jumat (6/11/2015) mengatakan bahwa seluruh tudingan tersebut adalah tidak benar dan tidak berdasar.
Seperti tudingan keluarga pasien,yang menyebutkan dr Susanti tidak pernah masuk adalah tidak benar. Ia mengatakan dr Susanti visit (berkunjung) setiap hari dan melakukan tindakan terhadap pasien Maeia Khesya br Panjaitan. BACA JUGA Jeritan Ibu Maria di RSVI : "Sudah Disurganya Kau Inang......
Choky Pardede
"Saat pasien masuk tanggal 1/11/2015 sekira pukul 15.34 WIB,dr Susanti langsung melakukan visit sekira pukul 21.30 WIB.Dan saat itu,dr Susanti memberikan anjuran agar besok diperiksa darah dan memberikan resep melalui perawat,"ujarnya
Dan keesokan harinya, pada tanggal 2/11/2015 sekira pukul 16.30 WIB,dr Susanti kembali mengunjungi pasien tersebut.Seperti pada hari sebelumnya, dr Susanti kembali memeriksa pasien,cek darah rutin dan memberikan resep obat melalui perawat.
"Tanggal 3/11/2015 sekira pukul 16.00 WIB dr Susanti melakukan kunjungan seperti memberi cek darah rutin,memberikan resep tambahan.Serta pada tanggal 4/11/2015 sekira pukul 22.20 WIB,dr Susanti juga melakukan kunjungan,memeriksa pasien,cek darah ulang dan hasil darah trombosit naik dari 25.000-30.000.Dan,terakhir pada tanggal 5/11/2015, kembali melakukan kunjungan sekira pukul 14.00 WIB,memeriksa pasien lalu pasien dibawa ke ruang ICU.Dan kondisi pasiennya buruk,pasien lalu exit sekira pukul 15.00 WIB,"rinci Choki.
Kemudian,adanya tudingan dr Susanti cuek terhadap pasien,Choki mengatakan bahwa pernyataan keluarga tersebut tidak benar.Korban Maria Khesya Panjaitan kata Choki, sudah sering datang ke praktek dr Susanti sampai berlanjut ke RS Vita Insani dan selama ini dr.Susanti menanganj pasien sesuai dengan prosedur dibuktikan reka medis pasien dan langsung disuruhnya pasien naik keruang ICU. BACA JUGA  Pasien Balita Meninggal, Dr Susanti : Tidak Benar Saya Terlambat Menanganinya
"Melihat kondisi pasien yang buruk (Demam Berdarah dan TBC Kelenjer Getah Bening),dr Susanti menganjurkan agar ke ruang ICU.Namun sayang pasien keburu exit,semua ini sudah sesuai dengan prosedur dan wadir pelayanan RS Vita Insani yakni dr Harlen Saragih serta direktur Vita Insani dr Alpin Hoza MM mengatakan bahwa dr Susanti sudah sesuai prosedur dan tidak perlu diberikan sanksi atau teguran.
Ditambahkan Choki, soal tudingan dr Susanti terlambat,juga itu tidak benar.Dimana, saat bersamaan dr Susanti sedanh bertugas dipoly anak dan ruang rawat jnap di RSUD Djasamen Saragih sebagaimana peraturan pemerintah.Ketepatan,hanya dr Susanti (spesialis anak) yang standby di Siantar selebihnya mengikuti seminar si Surabaya selama lima hari,sehingga pada saat itu dr Susanti ada sedikit keterlambatan.Namun saya tetap memberikan anjuran keperawat soal obat yang dimasukkan ketubuh pasien.
" soal dr Susanti mereject telepon,dapat dikatakan bahwa dr Susanti tidak mengangkat telepon karena dr Susanti lagi menangani pasien anak-anak yang meronta-ronta di RSUD Djasamen Saragih,"tutupnya.


Penulis : franki Editor : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.