Fordes: Rawan penyimpangan, Dana Desa Perlu Pengawasan Total
LINTAS PUBLIK - JAKARTA, Kenaikan dana desa dalam APBN 2016 rawan penyimpangan, yang membutuhkan pengawasan pro-aktif dari seluruh komponen masyarakat, atau pengawasan total. Pasalnya, peningkatan kesejahteraan masyarakat desa berbanding lurus kesejahteraan bangsa-negara.
Rusdy Setyawan Putra, Direktur Forum Masyarakat Desa (Fordes), mengingatkan gelontoran dana desa itu bertujuan mendorong penuntasan kemiskinan, kemajuan pembangunan, dan mengurangi angka pengangguran di masyarakat lokal.
“Besaran yang terus meningkat itu perlu pengawasan total dari stakeholder karena rawan penyimpangan,” ujar pengamat politik asal Universitas Nasional, Jakarta itu.
![]() |
| ilustrasi |
Diharapkan Tepat Sasaran
Kondisi demikian ditanggapi kritis oleh Muhamad Yudi Kotouki. Anggota Komisi II DPR itu melihat kendala-kendala dalam penyaluran dana desa APBN 2015 menjadi acuan kelancaran penyaluran dana desa APBN 2016.
“Saya berharap dari kenaikan dana desa sebesar 37 persen dalam APBN 2016 semoga tepat sasaran dan bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat desa”, kata politikus PKS itu saat dihubungi wartawan disela-sela kunjungan kerja ke Biak Numfor, Papua.
“Saya mendorong masyarakat sebagai subyek sasaran pembangunan agar bersama-sama melakukan pemantauan dan melaporkan jika ditemukan dugaan-dugaan penyalahgunaan alokasi, penyaluran, penggunaan, dan pelaporan dana desa ini.”
Editor : tagor
Sumber : poskota
Editor : tagor
Sumber : poskota




Tidak ada komentar