Header Ads


Bayi 10 Hari Ditinggal Ibunya di RSVI

LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Bayi perempuan berusia 10 hari,tega ditinggalkan oleh ibunya di Rumah Sakit Vita Insani (RSVI). Diperkirakan,ibu yang meninggalkan bayinya berusia 22 Tahun.
Saat hendak membuat laporan di Mapolres Siantar, Selasa (3/11/2015), Humas RSVI Choky Pardede mengatakan,  bayi itu lahir pada Jumat (23/10/2015) dan dua hari kemudian ibunya pergi tanpa permisi dan meninggalkan bayinya.
Dijelaskannya, Jumat (23/10/2015) sekira pukul 03.00 WIB  seorang wanita hamil didampingi seorang pria bernama Parlindungan datang ke RSVI.
Saat ditanyai, wanita itu   mengaku bernama Romauli br Sinaga dan tinggal di Jalan Narumonda Bawah, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Selatan.
"Waktu itu perawat melihat ibu itu sedang kesakitan, makanya ketika ibu itu bilang KTP nya menyusul, perawat mau saja,"tambahnya.
Pihaknya tambah Choky, sama sekali tak curiga, karena saat itu pria yang mendampinginya itu juga menyerahkan uang panjar biaya persalinan sebesar Rp5 juta dan meninggalkan nomor handphone yang bisa dihubungi.
Setelah urusan administrasi lengkap, maka hari itu juga, korban naik ke meja operasi untuk menjalai operasi caesar. Dan  hanya dua jam kemudian lahir bayi perempuan dengan berat 2,7 Kg.
Usai melahirkan ibu bayi itu ditempatkan di ruangan Rubi. Dan selama  dua hari menjalani perawatan, wanita itu selalu didampingi oleh dua orang perempuan yang tak dikenal.
Namun, Minggu (25/10/2015), ibu bayi itu tak ada di dalam kamar. Beberapa hari ditunggu, ibu itu juga tak muncul-muncul. Pihaknya, kata Choky sudah berupaya mencari ibu bayi ke alamat yang diberikan. Namun, menurut warga Narumonda, tak ada wanita bernama Romauli br Sinaga di daerah itu.
Pihaknya kata Choky juga sudah berupaya menghubungi nomor handphone yang diberikan Parlindungan, namun nomor itu tidak pernah aktif. 
"Selama ini kami mencari dan sampai 9 hari dicari, ibu itu tidak ketemu. Ditunggu juga tidak  datang,"katanya.
Pihaknya kata Choky terpaksa melaporkan masalah ini ke Mapolres untuk menghindari masalah di kemudian hari. Hal ini,untuk menepis bahwa RSVI menelantarkan anak.
"Kita masih menunggu kedatangan ibunya,jika tidak datang,kita akan serahkan ke Dinas Sosial,"jelasnya.


Penulis : franki Editor : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.