Header Ads


TRS Tekadkan Pematangsiantar Akan Punya Universitas Negeri

LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Keinginan  warga Pematangsiantar untuk memiliki Universitas Negeri sepertinya kembali terbuka. Selain bertujuan meningkatkan pendidikan anak hingga perguruan tinggi dengan biaya yang pastinya dapat terjangkau, keberadaan Universitas milik Pemerintah tersebut, dapat menghindari perantau dini.
Sebab, perhatian orangtua  maupun keluarga secara langsung terhadap anak yang masih berstatus pelajar, akan menghasilkan sumber daya manusia (SDM) unggulan.
Hal itu terungkap saat pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Pematangsiantar, Teddy Robinson Siahaan (TRS) dan Zainal Purba berkunjung ke Kelurahan Marimbun, Kecamatan Siantar Marimbun, Sabtu (10/10/2015).
TRS di Kelurahan Maribun
Awalnya, TRS yang diminta untuk menjelaskan visi dan misinya, memendam dalam menyampaikan rencananya untuk menciptakan Universitas Negeri di Kota yang memiliki slogan "Sapangambeian Manoktok Hitei" ini.
Namun, setelah beberapa masyarakat menghujaninya dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengarah tentang bagaimana caranya untuk mengubah nasib mereka yang sudah dianggap sebagai kutukan, akhirnya ayah satu anak ini memaparkan.
"Sebenarnya, selain akan membuka pabrik Garmen yang bisa menampung 18 ribuan tenaga kerja, serta beberapa perusahaan lainnya, kami mempuyai rencana yang besar. Tapi, kami tidak pernah mengungkapkan ini di hadapan masyarakat, karena kami tidak mau dianggap terlalu banyak membual alias pembohong. Kami juga tidak mau rencana kami ini akan diikuti yang lain. Tapi untuk semua keluarga dan saudara saya sekalian, saya menjawabnya. Saya pastikan Siantar akan memiliki universitas Negeri. Saya pastikan itu akan segera terealisasi," ungkapnya, membuat warga bersorak.
Berdirinya Universitas Negeri di Siantar, papar TRS, dipastikan akan mendongkrak jumlah SDM yang siap bersaing di dunia pekerjaan.
"Secara otomatis juga, nasibta sude (nasib kita semua, red) akan berubah. Tidak perlu bingung menguliahkan anak karena biaya. Tidak perlu membuat anak kuliah jauh-jauh. Itu yang kami akan ciptakan," paparnya.
Menanggapi wacana Paslon nomor urut 3 itu, pengamat politik Boni Hargens mengatakan, wacana yang dilontarkan TRS mungkin harus ditanggapi serius oleh masyarakat. Sebab, dengan melihat latar belakangnya dan hubungan politik, sangat besar peluang Siantar untuk memiliki Universitas Negeri.
"Jika ada yang menyampaikan visi yang sama, masyarakat harus lihat background-nya. Apakah dia memiliki hubungan politik dengan pemerintah pusat, atau tidak. Selain itu, apakah dia pernah menjabat di perusahaan negara atau tidak. Itu sudah bisa jadi tolak ukur," ujarnya.
Masih kata Boni, untuk menjadikan universitas negeri, memang harus mengikuti peraturan yang ada. Baik dari perkembangan suatu daerah, maupun keseriusan pemerintah setempat.
"Kembali lagi seperti yang saya ungkap tadi. Semua tergantung hubungan politik. Relasi ke pusat. Jika saya lihat, TRS adalah orang yang tepat mengungkapkan wacana itu (pendirian universitas negeri).



Penulis : franki Editor : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.