Header Ads


TRS di Dukung Ibu-ibu Etnis Thionghoa

Sally Lim: Kami Berharap TRS  Bisa Benahi  Siantar Lebih Baik
LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Bertatap muka secara langsung dengan  warga di perumahan Wahidin Permai, TRS mendengar langsung  keluhan dan harapan warga tentang kondisi dan permasalahan yang dihadapi warga saat ini,Minggu (4/10/2015), TRS menghadiri undangan warga di Perumahan Wahidin Permai.
Berbincang dan diskusi dalam suasana kekeluargaan, TRS  yang datang dengan rombongannya mendapat sambutan yang hangat. Keinginan  mereka sederhana. Sebagai pelaku usaha di Pematangsiantar, mereka ingin dimudahkan dalam  hal administrasi. Selama ini mereka dihadapkan dengan sulitnya berbagai urusan dengan birokrasi.
Salah seorang peserta yang hadir dalam diskusi tersebut menyampaikan, mahalnya biaya pengurusan  Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Padahal sesuai dengan aturan tertulis harusnya tidaklah sebesar itu, belum lagi lama proses yang ditunggu untuk mendapatkannya.
TRS bersama warga Thionghoa di Perumahan Wahidin Permai
“Apakah nanti saat bapak jadi Walikota tidak  akan ada lagi biaya-biaya tambahan yang harus dikeluarkan warga? Contohnya saja untuk mengurus IMB, karena besarnya dana yang harus dibayar tidak sesuai dengan aturan yang tertulis. Belum lagi prosesnya yang berbelit-belit,” ujar warga
Menanggapi hal tersebut, TRS menyanggupi akan membuat pelaku usaha di Siantar mendapatkan kenyamanan dan kemudahan tanpa menambah biaya.
“Itu akan saya benahi.  Hal pertama yang akan kami lakukan adalah tidak akan meminta maupun menerima setoran dari SKPD atau kepala-kepala dinas.  Yang membuat kacau ketika pimpinannya menerima setoran, jadi saat ada kesalahan maupun kekurangan, Walikotanya menegur bawahan dan bawahan jawab maaf pak setoran kemarin dari sana, itu kan sudah gawat,” jelasnya di hadapan warga.
Seorang ibu lainnya mengeluhkan kondisi taman bunga Siantar, dimana saat ia masih anak-anak, kondisi taman bunga tidaklah seperti itu, namun sekarang telah semrawut dan tidak lagi indah.
“ Taman bunga itu apa nggak bisa diperbaiki pak, waktu saya masih anak-anak, itu dulu masih indah. Sekarang saya lihat taman bunga telah berubah jadi taman sampah,” keluh warga.
Bagi TRS sendiri,  hal tersebut telah dipikirkan dan ditemukan rumusan untuk memperbaiki dan membenahinya. Taman bunga harus berfungsi sebagai paru-paru kota dan bisa sekaligus menjadi tempat rekreasi keluarga. Ada beberapa hal yang harus dibenahi d isana nantinya.
“ Kita sudah pikirkan itu dan dimasukkan dalam program kerja. Taman bunga itu paru-paru kota yang akan kita hidupkan kembali. Selain berfungsi sebagai paru-paru kota, taman itu akan berfungsi sebagai sarana rekreasi keluarga termasuk para lansia,” jelas TRS
Berbincang dan berdiskusi dengan TRS, warga pun menatap secercah harapan tentang impian mereka akan sebuah kota yang lebih baik. Hal ini disampaikan oleh Sally Lim, salah seorang warga yang hadir disana.
“Kami telah mendengar semua pemaparan bapak tentang program yang membangun Siantar, kami sangat berharap bapak TRS  nanti  bisa membenahi  Siantar ini lebih baik,"ucapnya.


Penulis : franki / rel Editor : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.