Pelajar Indonesia Raih 5 Emas di Turnamen Karate Banzai Cup Open
LINTAS PUBLIK - JAKARTA ,Tim karate pelajar Indonesia berhasil membawa pulang 5 medali emas dari ajang turnamen karate Banzai Cup Open yang berlangsung di Jerman. Lima medali emas tersebut dipersembahkan oleh tiga pelajar SD dan dua pelajar SMA.
Selain itu tim juga berhasil meraih 2 medali perak dari kelompok SD, 1 medali perak, dan 1 medali perunggu dari pelajar SMA.
Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan perolehan medali emas tersebut merupakan tradisi yang dipersembahkan tim karate pelajar Indonesia.
Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan perolehan medali emas tersebut merupakan tradisi yang dipersembahkan tim karate pelajar Indonesia.
![]() |
| Dirjen Dikdasmen Hamid Muhammad saat menjemput tim karate pelajar tingkat SD di Bandara Soekarno Hatta. |
“Dalam even-even internasional, tim karate kita selalu meraih medali emas. Alhamdulillah tahun ini anak-anak kita baik dari SD maupun SMA berhasil menorehkan kebanggaan untuk bangsa,” papar Hamid saat menjemput tim karate pelajar di Bandara Soekarno Hatta, Rabu (14/10/2015).
Adapun 5 pelajar peraih medali emas tersebut adalah Lala Diah Pitaloka (SD N 1 Welagati Majalengka Jabar), Gibran Attatariq (SD N 066 Polewalimandar Sulbar), Putu Agus Mahardika Putra (SDN 2 Padangsambian, Bali), Juanda Risman (SMAN 9 Banda Aceh), dan Sharon V Ririhena (SMA Kartika XIII Ambon).
Para pelajar peraih medali tersebut dikatakan Hamid akan mendapatkan apresiasi berupa tabungan pendidikan senilai Rp 15 juta untuk peraih medali emas, Rp 12 juta untuk peraih medali perak dan Rp 10 juta untuk peraih medali perunggu.
Hamid memastikan bahwa prestasi para pelajar dalam bidang karate tersebut menjadi bagian dari upaya mengolah bakat dan minat siswa dibidang olahraga. Karenanya mereka akan mendapat kesempatan berupa pembinaan bahkan kesempatan meraih pendidikan ke perguruan tinggi untuk jurusan yang linier tanpa seleksi.
Hamid memastikan bahwa prestasi para pelajar dalam bidang karate tersebut menjadi bagian dari upaya mengolah bakat dan minat siswa dibidang olahraga. Karenanya mereka akan mendapat kesempatan berupa pembinaan bahkan kesempatan meraih pendidikan ke perguruan tinggi untuk jurusan yang linier tanpa seleksi.
Tim SD sendiri tahun ini mengirimkan 6 siswa yang merupakan hasil seleksi olimpiade olahraga dan seni nasional (002SN) 2014. Dari 6 siswa tersebut, lima diantaranya berhasil menoreh prestasi membanggakan dengan perolehan medali emas, perak dan perunggu.
Lala Diah Pitaloka, siswa SD N 1 mengaku ini adalah kali pertamanya ikut kejuaraan karate tingkat dunia. Meski baru pertama ikut, siswi kelas V tersebut berhasil meraih medali emas.
“Saya ingin menjadi karateka yang mampu membawa nama harum bangsa Indonesia,” tandas Lala. Sementara itu Direktur Pembinaan SMA Purwadi Sutanto mengatakan perolehan medali pada karate tahun ini lebih banyak jumlahnya dibanding tahun sebelumnya.
“Percaya diri telah membuat para pelajar kita bisa mengalahkan lawan dari negara lain termasuk tim Jerman yang cukup tangguh,” katanya.
Editor : tagor
Sumber : poskota
“Saya ingin menjadi karateka yang mampu membawa nama harum bangsa Indonesia,” tandas Lala. Sementara itu Direktur Pembinaan SMA Purwadi Sutanto mengatakan perolehan medali pada karate tahun ini lebih banyak jumlahnya dibanding tahun sebelumnya.
“Percaya diri telah membuat para pelajar kita bisa mengalahkan lawan dari negara lain termasuk tim Jerman yang cukup tangguh,” katanya.
Editor : tagor
Sumber : poskota





Tidak ada komentar