Mengenal Alm. Pdt. Masudin Simamora, M.Th, Tokoh Gereja dari Siantar
Catatan
: Tagor Sitohang, SH
Pada jamannya ditahun 1970-an tak banyak orang batak yang
dapat berpendidikan tinggi, jangankan tamat Sarjana, untuk tamat Sekolah Rakyat (Sekolah Dasar sekarang) saja
sangat-sangatlah sulit sekali. Tapi bagi Almarhum Pdt. Masudin Simamora, M.Th
hal kebodohan adalah musuhnya. Sehingga sesulit apapun dirinya tetap berjuang,
dan berusaha agar menempuh pendidikan untuk kesejahteraan gereja, demi
kemuliaan nama Tuhan.
Banyak yang kurang mengenal, bahkat tidak mengenal sama sekali sosok Tokoh batak yang satu ini, karena literatur tentang dirinya sangat sedikit sekali, tapi kiprahnya dalam pengembangan dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) kekristenan di Indonesia khususnya di Sumatera Utara telah banyak sekali.
Banyak yang kurang mengenal, bahkat tidak mengenal sama sekali sosok Tokoh batak yang satu ini, karena literatur tentang dirinya sangat sedikit sekali, tapi kiprahnya dalam pengembangan dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) kekristenan di Indonesia khususnya di Sumatera Utara telah banyak sekali.
![]() |
| Alm. Pdt. Masudin Simamora, M.Th dalam acara Natal bersama jemaat HKI jalan Melanthon Siregar. |
Pdt. Masudin Simamora tokoh Kristen yang berkarir menjadi
pendeta sejak tamat dari Sekolah Tinggi Theologia (STT) HKBP Nommensen tahun
1972 ini, selalu meningkatkan SDM jemaat di HKI, karena itu Pdt.Masudin Simamora mendapat tugas gereja
dimana dirinya bekerja, untuk bersekolah (kuliah) ke beberapa negara. Dan
bahkan sepanjang karirnya Pdt. Masudin Simamora juga mengjar dibeberapa
Universitas di Sumatera Utara, termasuk di kampus STT HKBP Nommensen sejak tahun
1983 – 1986, Institut Parulian Medan di tahun yang sama.
Adapun perjalanan pendidikan ke luar negeri, Pdt Masudin
Simamora antara lain Mesir , St. Thomas Bangalore- India, Yerusalem, Belanda dan lainnya. Adapun pendidikan yang
ditempuh adalah ilmu tentang ajaran agama kristen dan suku bangsanya, terlebih
pengembanganagama kesukuan yang terus
berkembang ditengah-tengah perkembangan gereja saat itu.
Untuk meningkatkan ilmu bahasanya, Pdt . Masudin Simamora
juga mempelajari bahasa Ibrani, Inggris dan Belanda. Dan bahkan selama
pendidikan, Pdt. Masudin Simamora sering didelagasi menjadi pembicara di
event-event Internasional, baik dalam pengemangan gereja maupun pengembangan
masyarakat dalam bernegara.
![]() |
| Keluarga Alm.Pdt. Masudin Simamora dan St. Ruspita boru Simatupang |
Pengembangan dan peningkatan tentang pelayanan di gereja dapat
kita lihat dari penyelesaian studi S2 Pdt. Masudin Simamora. Dengan semangat
melayani dalam gereja kesukuan itulah, Pdt. Masudin Simamora tamat dari Universitas ST. Thomas Bangalore- India, dengan desertasi berbahasa Inggris dan Ibrani, dengan judul “Perempuan di Tengah Bangsa Batak”, dan
mungkin saja, desertasi itulah yang dapat diterapkan ditengah bangsa ini,
pelayanan wanita ditengah-tengah bangsa batak dan khusus di gereja.
Mendapat sambutan hangat dari pengurus gereja, Pdt.
Masudin Simamora terus mengembangkan
ilmu pelayanannya melalui pendidikan kejenjang yang lebih tinggi, namun karena
beberapa faktor, niat mulia ini diurungkannya dengan adanya peristiwa yang
tidak dapat dihindari (Lihat sejarah HKIP
ke-25 tahun).
Walaupun pupus harapan untuk melanjutkan pendidikan S3
(Doktor), tidak membuat Pdt. Masudin putus harapan, dirinya tetap setia
melayani jemaat Tuhan di kota Pematangsiantar. Tapi itulah kenyataan, ditengah
karir yang terus cemerlang, Pdt. Masudin harus mengangkat bahunya, dan
terus memberikan pelayanan, walaupun
tidak lagi didukung oleh gereja dimana tempatnya melayani dan ditugaskan, dan
dia harus disingkirkan bersama kawan-kawan lainnya, yang mencari kebenaran dan
keadilan.
Walaupun demikian,
ini masihlah dikatakan beruntung, karena sepanjang hayatnya hanya demi
pelayanan gereja, Pdt. Masudin Simamora, bahkan sempat lupa keluarga adalah
harta didunia. Karena pelayanannya yang
teguh, salah seorang putri Pdt. Masudin Simamora mengikuti jejaknya yaitu menjadi seorang
Pendeta.
![]() |
| Alm. Pdt Masudin Simamora di Yerusalem tahun 1982. |
Memang dia telah tiada, tapi kelihatan apa yang telah
diperbuatnya, menjadi buah yang manis diakhir hayatnya, salah seorang putrinya
melanjutkan perjuangannya menjadi salah seorang pelayan gereja, yaitu menjadi
seorang pendeta. Demikian juga keluarga yang selama ini ditinggalkannya, tidak
membuat keluarganya lupa atas berkat Tuhan.
Inilah kristen yang teguh, istri Ny.Pdt. Masudin Simamora
/ St. Ruspita boru Simatupang juga mengamini, bahwa “Kematian adalah Kemenangan “, karena hal itu (ditinggal
suami/meninggal) yang ketika itu anak-anaknya masih kecil-kecil, dan bahkat
membutuhkan biaya besar, tidak membuat St. Ruspita Simatupang harus larut dalam kesedian. Dan sepeninggalan
Almarhum Pdt. Masudin Simamora, St. Ruspita Simatupang tetap mengandalkan Tuhan
sepanjang hidupnya, dan untuk meneruskan cita-cita almarhum menjadikan gereja
yang mandiri dan berkeadilan, saat ini istri Ny.Pdt. Masudin Simamora menjadi
sintua di gereja.
![]() |
| Surat "Cinta" Pdt. Masudin Simamora saat berada di Bagalore, 13 Juli 1977 yang dikirimkan ke anak dan istrinya ke Pematangsiantar - Indonesia |
“Sempat dulu bapak mau ambil S3, tapi karena ada masalah dalam
kepengurusan di tingkat pusat, bapak mengurungkan niatnya, walaupun persiapan
untuk itu, telah direstui keluarga dan gereja. Ketika itu kami masih
kecil-kecil,”kata Pdt. Sondang Simamora, S.Th anak tertua Pdt. Masudin
Simamopra, M.Th, menceritakan bagaimana kisah hidup orang tuanya itu hanya demi
kesejahteraan umat dalam gereja.
Mendirikan
gereja HKIP :
![]() |
| Alm. Pdt. Masudin Simamora, M.Th |
Karena berbeda visi misi dan program kerja gereja di
Huria Kristen Indonesia (HKI) awal tahun 1987, Pdt . Masudin Simamora
mendirikan gereja Huria Kristen Indonesia Protestan (HKIP) bersama Pdt. Manahan
Simanjuntak, Pdt. L. Simangunsong, Drs. Gr. R.Lumban Tobing, St. JR.
Sitanggang, SH, dan puluhan pendeta, Sintua dan pengurus lainnya, bersama
ribuan jemaat yang tercecer, membentuk sebuah badan kordinasi gereja untuk
dapat menjembatani permasalahan yang ada.
Walau sudah berbagai usaha dilakukan, tapi tak ada titik
temu antara kedua belah pihak disaat itu. Maka tepatnya 7 Agustus 1987 resmilah
dibentuk badan penampung terhadap anggota jemaat yang tercecer di penampungan
Pulo Siborna.
“Yah benar dulu
banyak pendeta yang tergabung dalam permasalahan itu, tapi karena beberapa
faktor keluarga, banyak yang tidak jadi gabung di dalam badan kordinasi, yah
biarlah sejarah yang bicara, kita juga tidak permasalahakan lagi hal itu,”kata
Pdt Bangun Harianja, S.Th Bishop HKIP di halaman kantor pusat HKIP jalan Pisang
Pematangsiantar, Minggu (12/7/2015) saat
merayakan 25 tahun HKIP, menjelaskan kiprah dan perjalanan hidup para pendiri
dan tokoh HKIP, termasuk Pdt. Masudin Simamora, SH.
Kesaksian
Tentang Pdt. Masudin Simamora, M.Th :
Pdt. PM. Simangunsong, SH, M,.Div :
Pdt. PM. Simangunsong, SH, M,.Div :
![]() |
| Alm. Pdt. Masudin Simamora ketika berada di Taj Mahal - India |
Kita bangga mendapat seorang pelayan Tuhan yang tidak memikirkan hanya untuk dirinya sendiri, Pdt. Masudin mengajarkan kita tentang mahalnya ilmu (pendidikan), karena itu kita lihat saat ini, pelayanan yang diberikannya memiliki arti kesempurnaan di gereja.
Gereja bukan hanya meningkatkan keimanan terhadap Tuhan, tapi gereja meningkatkan kesejahteraan umatnya. “Banyak pelayan Tuhan tak sangup menderita, sehingga kebenaran pun harus “dibeli”, dan jemaat Tuhan ditinggalkan, itu semua memiliki sebab, dan berbagai hal. Tapi Pdt. Masudin Simamora mengajarkan kita tentang hal ini, yaitu kekuatan dalam pelayanan, tetap dalam pendirian kebenaran dan keadilan untuk kesejahteraan umatnya tanpa melanggaran aturan. "Tuhan buat indah pada waktunya". Kata Pdt. PM. Simangunsong.
“Imannya kuat, pendiriannya teguh, walau harus
mengorbankan keluarga, dia tetap bekerja keras meneguhkan kebenaran, Tuhan itu
adil. Jabatan dan pendidikan ditepisnya hanya sebuah rasa keadilan sampai akhir
hayatnya,” ujar Pdt. PM.Simangunsong membanggakan Pdt. Masudin Simamora tokoh
batak yang telah banyak melayani ribuan jemaat di Sumatera Utara sampai akhir
hayatnya.
Pdt. M. Pardede, M.Th ( Dosen STT HKBP Nommensen ):
![]() |
| Pdt. Masudin Simamora, saat menjadi Mahasiswa Paskah sarjana di India |
Menurut Pdt. M. Pardede, sosok Pdt. Masudin Simamora
adalah pahlawan bagi jemaat gereja, dan juga bagi pelayan gereja yaitu para pendeta dijamannya. Mungkin saja kalau Tuhan berkehendak lain,
Pdt. Masudin Simamora bisa saja menjadi tokoh Nasional dan terkenal luar negeri, karena kepiawaiannya berbahasa Inggris dan Ibrani. Bahkan dunia gereja bisa saja akan menerima karena lulusan akademi yang diakui. Tapi
hanya untuk keadilan dan perdamaian, dirinya harus rela meninggalkan jabat-jabatan strategis waktu itu, dia tidak mundur sedikitpun mentoleransi ketidak adailan. Karena itu, dialah tokoh yang mengorbankan dirinya hanya untuk keadilan yang sesunguhnya.
“Dia pahlawan bagi jemaat gereja HKIP, dia sosok panutan
yang harus tetap diteladani. Banyak yang terpanggil tapi hanya sedikit yang
terpilih,”demikian kata Pdt. M.Pardede bertheologi.
Pdt. Sondang Simamora, S.Th
Pdt. Masudin Simamora adalah orang tua serta pendeta yang
visioner, yang tidak mengenal takut memperjuangkan kebenaran, untuk keadilan
umatnya. Dia selalu mengutamakan keluarga, karena dimanapun dia ditugaskan dan
belajar selalu memberikan kabar, walaupun hanya sepucuk surat. Itu dilakukannya terlihat ketika dia berkirim
surat buat keluarga bila dia bekerja/berkunjung keluar negeri.
“Dia orang tua serta pendeta yang selalu kami rindukan, sepanjang
hidupnya selalu diberikan hanya pelayan di gereja. Kalau dipikirkan secara
Mate-matika , bila djumlahkan, waktunya lebih banyak untuk pelayanan di gereja, dari pada waktunya bersama keluarga,”terang Pdt. Sondang Simamora memperlihatkan dokumen-dokumen
pelayanan orang tuanya kepada penulis.
Profile Pdt. Masudin Simamora , M.Th
![]() |
| Alm. Pdt. Masudin Simamora dalam acara angkat Sidi (Malua) di gereja HKIP Juni 1990. |
-
Nama : Pdt. Masudin Simamora
-
Lahir : Dolok Sanggul, 15 maret 1949
-
Meninggal ( Sakit) :
Pematangsiantar, 21 juni 1993
Istri :
Ny.Pdt. Masudin Simamora / St. Ruspita boru Simatupang
Anak :
- - Tiurma Sondang Simamora
- - Krisdayanti Simamora
- - Sanggul Intan Simamora
- - Samuel Hoffman Simamora
- - Arne Frans Simamora
- - Mariciani Simamora
Pendidikan
:
-
SD :
SD Saitnihuta Dolok Sanggul
-
SMP :
SMP Negeri Dolok Sanggul
-
SMA :
SMA Negeri Dolok Sanggul
-
Sarjana :
STT HKBP Nommensen – tahun 1972
-
Paska sarjana : Universitas ST.
Thomas Bangalore- India - tahun 1980.*
![]() |
| Universitas ST. Thomas Mount - India tempat Pdt. Masudin Simamora menempuh pendidikan Paska Sarjana |
![]() |
| ST. Thomas Maunt inidia saat ini (net). |














Tidak ada komentar