Masa Depan Puluhan Siswa SMP 3 Siantar Terancam Gagal
LINTAS PUBLIK - SIANTAR, Masa depan puluhan siswa SMP Negeri 3 kota Pematangsiantar
terancam akan gagal, dan bahkan tidak akan melanjutkan kejenjang pendidikan
lebih tinggi lagi, jangankan melanjutkan kelebih tinggi, siswa-siswi di SMP
Negeri 3 Siantar ini bahkan tidak akan dapat lulus SMPnya.
Hal ini disebabkan kebijakan sekolah yang hantam kromo tinggal kelaskan siswanya tanpa mempertimbangkan rasa keadilan, ekonomi, sosial dan budaya yang ada di Siantar.
“Iya pak, anak ku tinggal kelas dibuat, ngak tahu kami apa sebabnya selama
ini baik-baiknya dia belajar, bahkan tak ada Absennya, dan sebelumnya dia juga
dapat rangkin 10, masa tinggal kelas,”kata seorang ibu yang namanya tidak mau
di publikasikan kepada Lintas Publik
Online, Selasa (16/6/2015).
Ibu itu juga menangis karena tidak ada sedikitpun iba kepada dirinya yang ekonominya pas-pasan, karena untuk masuk sekolah Negeri saja dirinya sudah kewalahan memenuhi kebutuhan hidup. Sejauh ini menurutnya anaknya baik-baik saja sekolah, tidak ada kelihatan absen atau bandal.
“Ngak pernah aku dapat surat peringatan atau dipanggil mengenai masalah anak ku, tapi tega kalilah guru-guru itu tinggalkan anak ku, bisalah nanti dia tidak sekolah lagi,”terang ibu ini menejelaskan, dan mengkwatirkan masa depan anaknya.
Ketika hal ini akan di konfirmasi kepada Drs Luhut Simangunsong SPd kepala sekolah SMP Negeri 3 di jalan Lagu Boti Siantar tidak ada ditempat, menurut staf di SMP tersebut bahwa kepala sekolah sedang berobat kepenang.
“Sedang berobat ke Penangnya kepala sekolah, mungin dua tiga hari ini disana,”kata pegawai perempuan itu , sudah mengetahui permasalahan siswa yang banyak di tingal kelas.
Penulis : tagor
Editor : tagor
Hal ini disebabkan kebijakan sekolah yang hantam kromo tinggal kelaskan siswanya tanpa mempertimbangkan rasa keadilan, ekonomi, sosial dan budaya yang ada di Siantar.
![]() |
| Ilustrasi |
Ibu itu juga menangis karena tidak ada sedikitpun iba kepada dirinya yang ekonominya pas-pasan, karena untuk masuk sekolah Negeri saja dirinya sudah kewalahan memenuhi kebutuhan hidup. Sejauh ini menurutnya anaknya baik-baik saja sekolah, tidak ada kelihatan absen atau bandal.
“Ngak pernah aku dapat surat peringatan atau dipanggil mengenai masalah anak ku, tapi tega kalilah guru-guru itu tinggalkan anak ku, bisalah nanti dia tidak sekolah lagi,”terang ibu ini menejelaskan, dan mengkwatirkan masa depan anaknya.
Ketika hal ini akan di konfirmasi kepada Drs Luhut Simangunsong SPd kepala sekolah SMP Negeri 3 di jalan Lagu Boti Siantar tidak ada ditempat, menurut staf di SMP tersebut bahwa kepala sekolah sedang berobat kepenang.
“Sedang berobat ke Penangnya kepala sekolah, mungin dua tiga hari ini disana,”kata pegawai perempuan itu , sudah mengetahui permasalahan siswa yang banyak di tingal kelas.
Penulis : tagor
Editor : tagor



Tidak ada komentar