Header Ads


Wisatawan Ramai, Rejeki Penarik Becak Yogya Bertambah

LINTAS PUBLIK – YOGYAKARTA, Majunya perekonomian di daerah tentunya ketika masayarakat terlibat dalam aktivitas ekonomi, mulai dari pengusaha sampai kepada masyarkat kecil, tidak terkecuali pada penarik becak.
Raminya wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta ternyata membawa dampak posisitif bagi masayarakat sekitarnya, secara khusus bagi Kali, Kali adalah seorang penarik becak yang mangkal di Tugu. Yogya
Kali Sumarso (51) mengakui mendapat penghasilan lebih karena ramainya pengunjung yang datang ke Yogyakarta. Banyaknya pengunjung membuat Sumarso bisa tersenyum lebar saat ditemui Lintas Publik
Sumarsono dan Prayetno dipangkalan Tugu Yogya,
Photo / Jon Roi
Online
(15/5/2015) malam, di Tugu Yogyakarta.
“Mulai setelah Magrib saat ini (Pkl.21.50 WIB) saya sudah dapat Rp. 140.000 mas… Ini beda dengan hari-hari biasa. Jika hari biasa mencari Rp.20.000- 30.000 saja susah,” katanya sambil terseyum lebar di sela-sela menunggu yang memakai jasanya.
Hal yang sama juga di ungkapkan oleh Prayetno (45), walau penghasilanya belum sebesar Sumarso.
 “Ya..sampai sekarang sudah dapat mengumpulkan Rp.70.000, ini pengunjung ramai jadi bisa dapat lebih banyak dari hari biasa, ujarnya.
Para pengunjung kebanyakan yang memakai jasa becak untuk mengunjungi satu tempat ke tempat lainya. Menurut Sumarsono dan Prayetno, pengunjung setelah dari Tugu pergi ke Jalan Malioboro dan ke tempat toko oleh-olh khas Jogja, atau ke rumah makan.
Mereka berharap ramainya pengunjung di Yogyakarta terus berlangsung, sehingga mereka bisa mendapatkan keuntungan yang lebih dari kegiatan wisata ini.
“Saya berharap ramai terus seperti ini mas, biar gak pusing mikirin setoran,” kata Sumarsono.

Sebagai informasi becak yang digunakan oleh Sumarsono dan Prayetno adalah becak sewaan. Mereka menyewa kepada juragan becak sebesar Rp.5000/hari. Sewaan ini di bayarkan setiap bulanya. JO/t

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.