Wartawan di Kelabui, Rapat Pansus DPRD Akhirnya di Kamar Siantar Hotel
LINTAS PUBLIK - SIANTAR, Untuk merumuskan rekomendasi Pansus, anggota Pansus LKPJ T.A 2014 dan LKPJ AMJ Walikota 2010-2015 ternyata tidak ke Parapat. Melainkan, menyewa kamar nomor 121-125 di Siantar Hotel.
Tak ayal, ulah Pansus ini telah membuat
wartawan terkecoh. Padahal, Ketua Pansus Kennedy Parapat telah berkomentar
ke media, bahwa Pansus berangkatke Parapat.
Rapat dilakukan di Parapat, agar Pansus tidak di intervensi oleh siapapun.
Sehingga rapat Pansus dapat senyaman mungkin. BACA JUGA Rapat Paripurna Molor,Pejabat SKPD Bersungut-sungut
![]() |
| Gedung DPRD yang dibangun dengan biaya puluhan miliar Rupiah tidak dipakai anggota DPRD Siantar untuk menentukan kesimpulan Pansus LKPJ T.A 2014 dan LKPJ AMJ Walikota 2010-2015. |
Ketua Pansus Kennedy Parapat kepada
wartawan, usai rapat paripurna, Kamis (28/05/2015) mengatakan tidak jadinya
Pansus ke Parapat dikarenakan waktu yang sudah mepet dan tidak memungkinkan
lagi.
Salah satunya, banyaknya anggota Pansus masih
menggunakan jam karet. "Pada pertemuan di Komisi I telah jelas, pukul
14.00 Wib titik kumpul di Pujasera. Saat itu, yang datang tepat waktu saya, Asrida
Sitohang, Nurlela Sikumbang, Boy Parady Purba kemudian Oberlin Malau, dan
Frengki Boy.
Lalu,Daniel Manangkas Silalahi menelepon minta
ikut,kita tunggu. Setelah lama kita tunggu, Ronal Tampubolon dan Daniel
Manangkas datang. Saat itu, jam sudah menunjukkan pukul 17.30 Wib,"ucap
Kennedy menjelaskan bagaimana rapat Pansus dapat dilakaukan di Siantar Hotel.
Setelah itu Kemudian, anggota Pansus berembug
dan diputuskanlah tidak jadi berangkat ke Parapat, melainkan ke Siantar Hotel
dengan menyewa kamar nomor 121-125.
" Anggaran tersebut,berasal dari
kantong pribadi anggota Pansus.Masing-masing 1 juta rupiah,"ucapnya. fra/t





Tidak ada komentar