Indonesia Terkena Sanksi dari AFC
LINTAS PUBLIK, Indonesia dijatuhi sanksi oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Seperti diberitakan Reuters ,
Indonesia akan menggelar dua pertandingan Pra-Piala Dunia 2018
sekaligus kualifikasi Piala Asia 2019 tanpa penonton dan di tempat
netral.
Putusan AFC itu diambil lantaran aksi berlebihan penonton pada dua
pertandingan kualifikasi Piala AFC U-23 melawan Timor Leste dan Korea
Selatan di Jakarta, Maret lalu. Saat itu, suporter Indonesia menyalakan
kembang api yang memang dilarang oleh panitia pelaksana pertandingan.
| Pintu gerbang Kantor PSSI di Senayan, Jakarta, disegel dengan rantai besi oleh massa dari Pecinta Sepakbola Indonesia, Minggu (19/4/2015) |
AFC pun menghukum Indonesia untuk dua pertandingan Pra-Piala Dunia
dan kualifikasi Piala Asia. Laga Indonesia vs Irak, Selasa (16/5/2015),
akan digelar tanpa penonton. Pada laga kandang kedua melawan Thailand,
Kamis (8/10/2015), Indonesia juga kehilangan status tuan rumah lantaran
harus dilangsungkan di tempat netral.
Kendati demikian, keikutsertaan Indonesia di ajang tersebut masih
menjadi tanda tanya. Hal itu tak lepas dari friksi yang terjadi antara
Pemerintah dan PSSI. Sementara rencana Tim Transisi untuk bertemu
petinggi FIFA pada Senin (25/5/2015), urung terlaksana.
FIFA melalui Sekretaris Jenderal Jerome Valcke, mengirimkan surat
balasan melalui faksimili terkait keinginan Pemerintah itu. “Kami
menyesal tidak bisa menemui perwakilan Anda dalam waktu dekat karena
rencana pertemuan itu berdekatan dengan Kongres FIFA,” tulis Valcke
dalam surat bertanggal 22 Mei 2015 itu.
Dalam surat yang sama, FIFA meminta Pemerintah untuk segera
mencabut sanksi pembekuan terhadap PSSI. Jika tidak diselesaikan hingga
29 Mei, FIFA akan mempertimbangkan untuk menjatuhi sanksi kepada
Indonesia.
Berdasarkan Statuta FIFA Pasal 14, sanksi akan jatuh apabila tiga perempat anggota menyetujuinya saat kongres umum FIFA akan berkongres di Zurich pada 28-29 Mei mendatang. Komp/t



Tidak ada komentar