Demokrat: Pak Jokowi, Tolong Disiplinkan Menteri Anda!
LINTAS PUBLIK - JAKARTA, Juru Bicara Partai
Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan, partainya menganggap tudingan yang
dilayangkan Menteri ESDM Sudirman Said terhadap Presiden ke-6 RI Susilo Bambang
Yudhoyono adalah hal yang serius. Ia meminta, agar Presiden Joko Widodo segera
mengambil tindakan tegas atas pernyataan yang dilontarkan Sudirman
"Pak Jokowi tak boleh mendiamkan fitnah menterinya itu. Dia (Jokowi) Presiden. Jika pembantunya berbuat kesalahan fatal, ya Pak Jokowi jangan anteng saja. Menurut saya, Pak Jokowi, tolong disiplinkan menteri Anda," kata Ramadhan, dalam keterangannya, Selasa (19/5/2015).
![]() |
| Ramadhan Pohan |
Dalam pernyataan yang ditulis melalui akun Facebook pribadinya, SBY telah membantah tudingan Sudirman yang menyatakan bahwa pembubaran Petral dan pemberantasan mafia migas tertahan di meja presiden, yang saat itu dijabat SBY.
Ramadhan pun meminta agar Sudirman segera membuat klarifikasi atas tudingannya tersebut.
"Di negeri ini tak ada yang kebal hukum. Tak ada pula yang boleh sengawurnya mencemarkan nama baik siapa pun. Ini sangat serius," kata Ramadhan.
Lebih jauh, ia menuding, Sudirman sengaja mengeluarkan pernyataan itu agar apa yang ia yakini menjadi keyakinan publik. Ramadhan juga meminta agar Jokowi segera mengganti Sudirman.
"Menteri Sudirman layak di-reshuffle secepatnya. Menteri kok main fitnah, menuduh mantan Presiden pula," kata dia.
SBY merasa difitnah
Dalam pernyataannya, SBY menyebut pernyataan Sudirman adalah fitnah.
"Saya amat terkejut dengan pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said yang menyerang dan mendiskreditkan saya ketika menjadi Presiden dulu. Sudirman Said, melalui berita Republika Online, mengatakan bahwa pemberantasan mafia migas selalu berhenti di meja SBY," kata SBY seperti dikutip dari laman facebook pribadinya, Senin (18/5/2015).
SBY kemudian mewanti-wanti kepada Sudirman Said untuk mengklarifikasi pernyataan yang dia anggap menyerang tersebut. Ia pun memastikan telah membentuk Satgas Pemberantasan Mafia Hukum untuk memberantas para mafia dalam kejahatan dan penyimpangan.
Tak hanya itu, SBY juga berkomentar tentang pembubaran Petral. Ia menegaskan, saat dirinya menjabat, tidak pernah ada pengajuan agar Petral dibubarkan.
"Tidak ada yang mengusulkan ke saya agar Petral dibubarkan. Saya ulangi, tidak ada. Kalau ada, pasti sudah saya tanggapi secara serius," tulis SBY.
SBY kemudian menyebut bahwa dirinya serius dalam memberantas mafia migas. "Pasti saya respons. Tidak mungkin berhenti di meja saya," tulis SBY. Komp/t





Tidak ada komentar