Header Ads


BPOM RI Siap Bantu Uji Beras Plastik di Bekasi

Warung bubur milik Dewi Septiani yang. menemukan beras
LINTAS PUBLIK - JAKARTA,  Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) siap membantu melakukan tes laboratorium terhadap sampel beras plastik yang ditemukan di Bekasi. Hal itu akan dilakukan apabila ada instansi yang meminta bantuan BPOM.

"Jika ada permintaan bantuan seperti itu, kami akan membantu. Jika memang laboratorium kami memungkinkan untuk melakukan tes itu," ujar humas BPOM, Nelly, ketika dihubungi, Selasa (19/5/2015) malam.

Kemarin, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi sudah mengambil sample beras sintetis yang dijual di Pasar Mutiara Gading. Sampel tersebut rencananya akan dibawa ke BPOM untuk dilakukan tes laboratorium. BACA JUGA 
Beras Plastik Menyebar di Negara Asia
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Bekasi Herbert Panjaitan mengatakan, hasil dari tes tersebut yang akan menjadi penentu keaslian beras tersebut. Apabila beras terbukti palsu, pihaknya akan menindaklanjuti ke jalur hukum.

Nelly mengatakan, hingga saat ini, BPOM RI belum menerima permintaan bantuan tersebut. Jika tes sudah dilakukan dan hasilnya sudah keluar, kata Nelly, instansinya akan menyerahkan kepada instansi terkait, dalam hal ini Disperindag Bekasi.

"Tetap hasil tesnya akan kami serahkan ke instansi terkait. Nah sekarang kan belum (ada permintaan), tapi kalau ada kami bersedia bantu," ujar Nelly.

Penemuan beras plastik pertama kali terungkap dari seorang pedagang bubur bernama Dewi Septiani (29). Dia mengaku telah membeli beras yang bercampur beras plastik sebanyak enam liter. Beras tersebut dia beli di salah satu toko langganannya. Dewi memang biasa membeli beras dengan jenis yang sama di toko tersebut seharga Rp 8.000 per liter.

Keanehan dari beras tersebut dia rasakan setelah mengolahnya menjadi bubur. "Saya coba masak untuk dagang bubur, nah di situ ada keanehan. Biasanya, dimasak satu jam, nasinya sudah halus. Sekarang, setelah satu jam, butiran berasnya hanya membesar, tetapi enggak halus. Airnya di atas, berasnya di bawah," ujar Dewi.komp/t

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.