Header Ads


4 Bulan Menderita Tumor Mendapat Santunan Wesly Silalahi

LINTAS PUBLIK – SIANTAR, Sudah 4 (empat) bulan  Vayden Redo Simanjuntak (11) , warga Perumahan Erawati Blok D-3 Tozai Baru kelurahan Bah Kapul menderita Tumor di pahaknya. Dan selama itu pula dirinya tidak menikmati pendidikan sebagaimana layak anak seusianya.
Tim Wesly Silalahi saat memberikan bantuan kepada
Redo Simanjuntak di Tozai Baru.

Melihat penderitaan itu Wesli Silalahi, Jumat (28/5/2015) memberikan bantuan untuk meringankan beban biaya perobatan Redo Simanjuntak siswa kelas 5 SD, anak dari Bangun Simanjuntak dan Ledyka Tambunan.

Dora Silalahi, Harris Bakara dan beberapa orang tim pemenangan Wesly Silalahi  di Tozai Baru mengatakan, bantuan yang diberikan sebagai wujud kepedulian Wesly Silalahi kepada Redo Simanjuntak , semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan biaya perobatan Redo Simanjuntak.

“Semoga Tuhan dapat menyembuhkan mu yah Redo, salam bapak Wesly Silalahi semoga cepat sembuh, doa kami menyertai mu,”kata Dora Silalahi sambil merangkul dan mencium wajah Redo yang sudah pucat dan terlihat kurus.

Redo Simanjuntak penderita Tumor
Menurut Bangun Simanjuntak dan Ledyka Tambunan, bahwa terjadinya penyakit Redo adalah karena terjatuh ketika bermain bola. Pada saat terjatuh bermain bola itu, Redo tidak langsung memberitahukan kepada orang tuanya, tapi setelah seminggu barulah terlihat pahak kanan Redo bengkak dan memerah.

“Karena terlihat bengkak dan memerah barulah dia beritahukan, bahwa dia seminggu lalu terjatuh ketika main bola. Karena terjatuh maka kami bawa ke tukang kusut, dan inilah akhirnya, kata dokter Tumor,”jelas Bangun Simanjuntak, yang sudah bersusah payah mengobati anak ke duanya dari lima bersaudara.

Parahnya walau sudah 4 bulan menderita, Redo tidak mendapat bantuan kesehatan dari  Badan Penyelengara Jaminam Sosial (BPJS) Kesehatan Nasional. “Sudah kami urus semua syarat-syarat yang diminta lurah, tapi sampai saat ini tidak ada BPJS itu,”kata Bangun menyayangkan lambatnya pelayanan pemerintah untuk rakyatnya.

Amatan Lintas Publik, terlihat pahak kanan   Redo  membesar dari pahak kirinya, diperkiraan Tumor dipahak kanan Redo sekitar 10 kilogram, dan sesekali Redo harus meringis kesakitan. “sakit ma, sakit ma, aduhh….,”rintih Redo,sambil memegangi kepalanya menahan rasa sakit dari kakinya yang terus membengkak. LP1/t

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.