Dirawat, Empat Penumpang Lion Air Gagal Terbang
LINTAS PUBLIK - MEDAN - Maskapai Lion Air sudah memberangkatkan
penumpang Pesawat Lion Air JT-303 yang gagal terbang lantaran meledak
pada bagian mesin pesawat.
Manager Public Relation Lion Group, Andi, menyebut para penumpang diberangkatkan dengan pesawat Lion Air lain, Jumat (24/4/2015) sekitar pukul 15.00 wib. Namun, empat penumpangnya tidak ikut diberangkatkan lantaran masih dalam perawatan disebuah Rumah Sakit di Lubuk Pakam.
"Semua penumpang sudah diberangkatkan sekitar jam 3 sore tadi. Tapi empat orang yang mengalami cidera belum berangkat. Mereka masih di rawat di rumah sakit di dekat KNIA. Ini nanti tergantung penumpangnya kapan mau diberangkatkan. Untuk biaya perawatan semua ditanggung pihak Lion," kata Andi via selularnya, Jumat (24/4/2015) sore.
Namun Andi mengaku tidak memegang data identitas keempat korban cidera. "Saya nggak pegang datanya. Hanya luka-luka ringan pada bagian kaki. Tidak ada yang luka bakar, karena suara ledakan tak ada menimbulkan api, hanya ada ASAP," tukasnya.
Ditanya apakah ada kompensasi untuk penumpang karena keterlambatan pemberangkatan, ia mengaku belum bisa menjawab.
"Saya belum berani kasih jawaban. Masih akan dikoordinasikan dengan pimpinan," jawabnya. Trb/t
Manager Public Relation Lion Group, Andi, menyebut para penumpang diberangkatkan dengan pesawat Lion Air lain, Jumat (24/4/2015) sekitar pukul 15.00 wib. Namun, empat penumpangnya tidak ikut diberangkatkan lantaran masih dalam perawatan disebuah Rumah Sakit di Lubuk Pakam.
"Semua penumpang sudah diberangkatkan sekitar jam 3 sore tadi. Tapi empat orang yang mengalami cidera belum berangkat. Mereka masih di rawat di rumah sakit di dekat KNIA. Ini nanti tergantung penumpangnya kapan mau diberangkatkan. Untuk biaya perawatan semua ditanggung pihak Lion," kata Andi via selularnya, Jumat (24/4/2015) sore.
Namun Andi mengaku tidak memegang data identitas keempat korban cidera. "Saya nggak pegang datanya. Hanya luka-luka ringan pada bagian kaki. Tidak ada yang luka bakar, karena suara ledakan tak ada menimbulkan api, hanya ada ASAP," tukasnya.
Ditanya apakah ada kompensasi untuk penumpang karena keterlambatan pemberangkatan, ia mengaku belum bisa menjawab.
"Saya belum berani kasih jawaban. Masih akan dikoordinasikan dengan pimpinan," jawabnya. Trb/t





Tidak ada komentar