Hancurnya Sistem Pendidikan SD Plus Tigabalata?
LINTAS PUBLIK – SIMALUNGUN, Fasilitas
yang lengkap, bahkan memiliki sistem komputerisasi tidak dapat menjadi tolak
ukur kelebihan bahkan nilai plus, apabila Sumber Daya Manusianya (SDM) tidak
disiplin dan mengabaikan pekerjaannya.
Sebut saja SD Plus Tigabalata kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun, walau sudah peyandang SD plus dan memiliki keunggulan fasilitas, tidak membuat sekolah ini menjadi sekolah percontohan yang dapat di andalkan.
Jangankan sekolah berstandart Nasional, sekolah SD biasa saja sekolah ini tidak mampu menyandangnya, Kenapa?.
Ketika Lintas Publik Online mendapat informasi dari warga Tigabalata bahwa sekolah ini sudah tidak dapat lagi diandalkan, seperti namanya yaitu SD plus, karena guru-gurunya yang kurang disiplin dalam pekerjaannya.
Penasaran tim Lintas Publik Online pun menyambangi SD Plus yang berada di jalan Parapat 3 Balata ini Pukul 10:00 Wib, Selasa (27/1/2015), benar saja ketika tim Lintas Publik Online datang hanya satu orang guru yang berada di tempat, dan banyak siswa bermain diluar kelas, walaupun jam pelajaran masih berlangsung.
Sekolah yang memiliki lebih dari 24 kelas dengan 661 siswa ini, berlantai dua situasinya sangat jorok, bahkan di ruang kelas sangat kotor dan berpasir, terlihat jelas di salah satu kelas terdapat 2 kain pel diatas jendela.
di dalam ruangan kelas itu terdapat sebuah payung yang masih dilebarkan, terlihat sepertinya payung itu sengaja dilebarkan karena terkesan basah. Dan bunga-bunga yang ada diruangan terlihat kering, terkesan terlihat ruangan kumuh, jadi kalau begini apa yang namanya plus?.
Siswa-Siswi yang di temui dalam ruang kelas mengatakan bahwa guru mereka sedang tidak ada, menurut mereka gurunya permisi pulang karena ada keperluan.
"Pulang tadi guru kami pak, jadi kami disuruh belajar sendiri,"kata siswa perempuan itu menjawab pertanyaan tim Lintas Publik.
Tak berapa lama datanglah marga Sinaga yang mengaku KTU SD plus tersebut. Ketika ditanya apa yang menjadi kelebihan sekolah tersebut, Sinaga menjawab nantilah kepala sekolah atau wakil kepala sekolah yang menjawabnya.
"Nanti saja ya pak, adanya wakil kepala sekolah yang menjawabnya,"kata Sinaga berlalu meninggalkan tim Lintas Publik.
Ditunggu hampir satu jam kepala sekolah Mance Hasibuan, Spd yang dapat dikonfirmasi mengenai ke tidak disiplin guru-guru di SD Plus Tigabalata kabupaten Simalungun ini. Apa yang salah dengan sekolah ini, gurunya kah atau pimpinanya, yah nampaknya Bupati Simalungunlah yang mampu menjawabnya.tim
Sebut saja SD Plus Tigabalata kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun, walau sudah peyandang SD plus dan memiliki keunggulan fasilitas, tidak membuat sekolah ini menjadi sekolah percontohan yang dapat di andalkan.
![]() |
| Kain Pel terlihat di ruang kelas, sementara situasi belajar mengajar masih berlangsung. photo/LP1/t |
Jangankan sekolah berstandart Nasional, sekolah SD biasa saja sekolah ini tidak mampu menyandangnya, Kenapa?.
Ketika Lintas Publik Online mendapat informasi dari warga Tigabalata bahwa sekolah ini sudah tidak dapat lagi diandalkan, seperti namanya yaitu SD plus, karena guru-gurunya yang kurang disiplin dalam pekerjaannya.
Penasaran tim Lintas Publik Online pun menyambangi SD Plus yang berada di jalan Parapat 3 Balata ini Pukul 10:00 Wib, Selasa (27/1/2015), benar saja ketika tim Lintas Publik Online datang hanya satu orang guru yang berada di tempat, dan banyak siswa bermain diluar kelas, walaupun jam pelajaran masih berlangsung.
Sekolah yang memiliki lebih dari 24 kelas dengan 661 siswa ini, berlantai dua situasinya sangat jorok, bahkan di ruang kelas sangat kotor dan berpasir, terlihat jelas di salah satu kelas terdapat 2 kain pel diatas jendela.
di dalam ruangan kelas itu terdapat sebuah payung yang masih dilebarkan, terlihat sepertinya payung itu sengaja dilebarkan karena terkesan basah. Dan bunga-bunga yang ada diruangan terlihat kering, terkesan terlihat ruangan kumuh, jadi kalau begini apa yang namanya plus?.
Siswa-Siswi yang di temui dalam ruang kelas mengatakan bahwa guru mereka sedang tidak ada, menurut mereka gurunya permisi pulang karena ada keperluan.
"Pulang tadi guru kami pak, jadi kami disuruh belajar sendiri,"kata siswa perempuan itu menjawab pertanyaan tim Lintas Publik.
![]() |
| Payung terlihat di ruang kelas, dan siswa sedang tidak belajar di SD Plus Tigabalata. Photo/LP/t |
Tak berapa lama datanglah marga Sinaga yang mengaku KTU SD plus tersebut. Ketika ditanya apa yang menjadi kelebihan sekolah tersebut, Sinaga menjawab nantilah kepala sekolah atau wakil kepala sekolah yang menjawabnya.
"Nanti saja ya pak, adanya wakil kepala sekolah yang menjawabnya,"kata Sinaga berlalu meninggalkan tim Lintas Publik.
Ditunggu hampir satu jam kepala sekolah Mance Hasibuan, Spd yang dapat dikonfirmasi mengenai ke tidak disiplin guru-guru di SD Plus Tigabalata kabupaten Simalungun ini. Apa yang salah dengan sekolah ini, gurunya kah atau pimpinanya, yah nampaknya Bupati Simalungunlah yang mampu menjawabnya.tim






Tidak ada komentar